Notification

×

Iklan

Pemko Padang Luncurkan Program Mandiri Benih Padi

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:02 WIB Last Updated 2026-07-04T04:48:29Z

Walikota Fadly Amran menghadiri peluncuran Program Padang

Padang, Rakyatterkini.com  – Pemerintah Kota (Pemko) Padang resmi meluncurkan Program Padang Mandiri Benih Padi sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kemandirian benih melalui pemberdayaan penangkar lokal.

Peluncuran program tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, di lahan persawahan Kelompok Tani Desa Baru, Kelurahan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, pada Jumat (3/7/2026). Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan bantuan benih padi bersertifikat kepada sejumlah kelompok tani penerima manfaat.

Fadly Amran menegaskan sektor pertanian masih menjadi pilar utama ketahanan pangan di Kota Padang. Dengan luas sawah baku mencapai sekitar 4.358 hektare, ketersediaan benih unggul dinilai sangat penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani dan penangkar benih lokal.

Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026, Pemko Padang melalui Dinas Pertanian menyalurkan bantuan sebanyak 14,37 ton benih padi bersertifikat kepada 29 kelompok tani yang tersebar di enam kecamatan, yaitu Koto Tangah, Kuranji, Lubuk Begalung, Lubuk Kilangan, Pauh, dan Bungus Teluk Kabung.

Melalui Program Padang Mandiri Benih Padi, pemerintah daerah berupaya mengurangi ketergantungan terhadap pasokan benih dari luar daerah sekaligus memperkuat kapasitas penangkar lokal. Selain meningkatkan hasil produksi petani, program ini juga diharapkan memberi manfaat ekonomi bagi kelompok penangkar benih.

Bantuan tersebut ditargetkan mampu mencukupi kebutuhan benih untuk sekitar 575 hektare lahan persawahan di Kota Padang. Program ini juga mendukung agenda nasional dalam mewujudkan swasembada pangan sesuai arah kebijakan Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Lebih lanjut, Wali Kota menekankan pentingnya menjaga lahan pertanian agar tidak beralih fungsi, serta mendorong peningkatan produktivitas melalui inovasi teknologi, peningkatan kualitas benih, dan kerja sama lintas sektor.

Ia juga menjelaskan bahwa melalui skema penyerapan hasil produksi (off take) yang didukung APBD Kota Padang tahun 2026, hasil dari penangkar benih akan terus terserap secara berkelanjutan sehingga menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan.

Keberhasilan program ini, menurutnya, tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah, tetapi juga peran penyuluh pertanian, kelompok tani, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat.

Selain itu, sektor pertanian diharapkan mampu menarik minat generasi muda melalui pemanfaatan teknologi modern. Kehadiran petani milenial dianggap penting untuk menjamin keberlanjutan pembangunan pertanian di Kota Padang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, menjelaskan Program Padang Mandiri Benih Padi merupakan bagian dari implementasi RPJMD Kota Padang 2025–2030. 

Program ini hadir sebagai respons atas berkurangnya luas lahan sawah dari 5.216 hektare pada 2019 menjadi 4.358 hektare pada 2024, serta masih tingginya penggunaan benih non-sertifikat di kalangan petani.

Ke depan Pemko Padang menargetkan seluruh kebutuhan benih padi di daerah tersebut dapat dipenuhi oleh penangkar lokal bersertifikat. Program ini akan terus berjalan hingga 2030, dengan harapan pada 2029 seluruh lahan sawah di Kota Padang sudah menggunakan benih padi bersertifikat hasil produksi lokal.

Pemerintah daerah juga berkomitmen memperkuat kapasitas produksi penangkar, memperluas kelompok tani penerima manfaat, serta meningkatkan dukungan anggaran agar kemandirian benih padi di Kota Padang dapat terwujud secara berkelanjutan. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update