Notification

×

Iklan

Pemerintah Uji Coba Bus Hidrogen Pertama di Indonesia

Rabu, 22 Juli 2026 | 03:17 WIB Last Updated 2026-07-21T21:13:03Z

Pemerintah segera menguji coba bus hidrogen pertama 

Jakarta, Rakyatterkini.com - Pemerintah akan segera menggelar uji coba bus berbahan bakar hidrogen pertama di jalan raya setelah meluncurkan Pilot Bus Hidrogen-Diesel Dual Fuel (H2 DDF) pada ajang Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Selasa (21/7/2026).

Bus H2 DDF merupakan hasil pengembangan dari armada milik Perum DAMRI yang tetap menggunakan mesin diesel, namun telah dimodifikasi agar dapat beroperasi dengan kombinasi bahan bakar solar dan gas hidrogen. Inovasi tersebut diproyeksikan menjadi langkah awal dalam menghadirkan transportasi yang lebih ramah lingkungan tanpa harus mengganti seluruh armada bus diesel yang masih digunakan saat ini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pengembangan teknologi hidrogen menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat proses transisi menuju energi bersih.

Menurut Bahlil, pembangunan ekosistem hidrogen yang terintegrasi tidak hanya bertujuan menghasilkan energi rendah emisi, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Ia menilai pengembangan sektor ini dapat meningkatkan daya saing industri dalam negeri, menarik investasi baru, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Secara teknis, bus H2 DDF menggunakan mesin diesel Hino enam silinder berkapasitas 7.684 cc yang dipadukan dengan sistem penyimpanan hidrogen berupa 16 tabung berkapasitas 50 liter. Seluruh tabung memiliki tekanan nominal 200 bar dengan tekanan operasional 150 bar.

Sebelum memasuki tahap uji coba di jalan raya, sistem hidrogen pada kendaraan tersebut telah melalui serangkaian pengujian oleh PT Sucofindo (Persero). Direktur Utama Sucofindo, Sandry Pasambuna, menjelaskan bahwa proses pengujian dilakukan secara independen untuk memastikan teknologi yang diterapkan memenuhi standar keselamatan, keandalan, serta persyaratan teknis.

Berdasarkan hasil pengujian, penggunaan teknologi H2 DDF mampu memberikan penurunan emisi yang cukup signifikan dibandingkan bus diesel konvensional. Emisi opasitas berkurang hingga 57,66 persen, karbon monoksida turun 45,45 persen, karbon dioksida menurun 39,37 persen, dan nitrogen oksida berkurang 21,16 persen.

Pemerintah berharap pelaksanaan uji coba di jalan raya dapat menjadi dasar bagi pengembangan transportasi berbasis hidrogen di Indonesia. Selain mampu mengurangi penggunaan bahan bakar minyak, teknologi diesel dual fuel juga dinilai lebih efisien karena armada bus yang telah beroperasi dapat dimodifikasi menjadi lebih ramah lingkungan tanpa perlu melakukan penggantian kendaraan secara menyeluruh.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update