Notification

×

Iklan

Pemakaman Ali Khamenei Dihadiri 110 Negara, Saudi Jadi Sorotan

Senin, 06 Juli 2026 | 13:44 WIB Last Updated 2026-07-06T06:44:00Z

Ayatollah Khamenei 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Arab Saudi menjadi salah satu negara yang mengirimkan perwakilan resmi untuk menghadiri prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. 

Kehadiran delegasi Saudi menarik perhatian publik, terutama karena ayat Al-Qur'an yang dibacakan saat rombongan tersebut memberikan penghormatan terakhir.

Ali Khamenei meninggal dunia pada usia 86 tahun setelah dilaporkan tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menghantam kompleks kediamannya pada 28 Februari 2026. Upacara pemakamannya dimulai beberapa waktu kemudian dan dijadwalkan berlangsung selama enam hari.

Mengutip laporan Al Jazeera dan Xinhua, Minggu (5/7/2026), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyebutkan bahwa sekitar 110 negara mengirimkan kepala negara maupun delegasi untuk menghadiri prosesi penghormatan terakhir tersebut. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB TV.

Meski dihadiri banyak negara, Amerika Serikat bersama sejumlah negara Barat tidak mengirimkan perwakilan dalam acara tersebut.

Beberapa negara yang mengirimkan delegasi di antaranya Pakistan, Tajikistan, Armenia, Georgia, Turki, India, China, Rusia, Afghanistan, Bangladesh, Qatar, Arab Saudi, serta Indonesia.

Pakistan mengutus Perdana Menteri Shehbaz Sharif bersama Kepala Angkatan Darat Marsekal Lapangan Asim Munir dan Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi. Tajikistan diwakili Presiden Emomali Rahmon, sementara Armenia mengirim Perdana Menteri Nikol Pashinyan.

Georgia mengutus Presiden Mikheil Kavelashvili, sedangkan Turki diwakili Wakil Presiden Cevdet Yilmaz. India mengirim wakil menteri luar negeri beserta seorang gubernur negara bagian.

China menunjuk He Wei, Wakil Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional, sebagai perwakilan resmi. Rusia mengutus Wakil Ketua Dewan Keamanan Dmitry Medvedev yang juga pernah menjabat sebagai presiden dan perdana menteri.

Pemerintah Taliban di Afghanistan mengirim Menteri Luar Negeri Amir Khan Muttaqi. Bangladesh diwakili Ketua Parlemen Hafiz Uddin Ahmed.

Qatar dan Arab Saudi juga mengirim delegasi resmi. Delegasi Saudi dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri Walid Al-Khuraiji, sedangkan Indonesia diwakili Duta Besar RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat.

Ayat Al-Qur'an Jadi Sorotan

Kehadiran rombongan Arab Saudi menjadi perhatian karena saat mereka memberikan penghormatan di depan peti jenazah Ali Khamenei, pihak Iran membacakan ayat Al-Qur'an yang dinilai memiliki makna simbolis.

Berdasarkan laporan Al Jazeera dan Tasnim News, Walid Al-Khuraiji memimpin delegasi Saudi saat memberikan penghormatan terakhir pada Jumat (3/7/2026). Kehadirannya dianggap cukup mengejutkan mengingat hubungan kedua negara sempat memanas dalam beberapa bulan terakhir.

Sebelumnya, pada Maret 2026, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud sempat meminta Iran mengevaluasi kembali kebijakan militernya setelah terjadi serangkaian serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Ia juga menegaskan bahwa kesabaran negara-negara Teluk terhadap aksi semacam itu memiliki batas.

Dalam prosesi penghormatan tersebut, Iran memilih membacakan Surah Ali Imran ayat 13 (QS 3:13), yang mengisahkan dua kelompok yang saling berhadapan dalam Perang Badar.

Terjemahan ayat tersebut berbunyi:

"Sungguh, telah ada tanda bagimu pada dua golongan yang bertemu dalam pertempuran. Satu golongan berjuang di jalan Allah, sedangkan golongan lainnya kafir. Mereka memandang kaum mukmin dua kali lebih banyak dari jumlah sebenarnya. Allah menguatkan siapa saja yang Dia kehendaki dengan pertolongan-Nya. Sesungguhnya pada peristiwa itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang memiliki pandangan hati."

Pemilihan ayat tersebut kemudian memicu beragam tanggapan di media sosial. Video yang memperlihatkan momen pembacaan ayat saat delegasi Arab Saudi hadir pun viral, dengan sejumlah warganet menafsirkan bahwa Iran ingin menyampaikan pesan tertentu kepada Riyadh melalui bacaan tersebut.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update