Notification

×

Iklan

Parlemen Israel Resmi Dibubarkan, Pemilu Digelar Oktober

Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:17 WIB Last Updated 2026-07-18T09:17:00Z

Parlemen Israel Bubar, Nasib Netanyahu Tak Jelas

Jakara, Rakyatterkini.com - Parlemen Israel (Knesset) resmi dibubarkan pada Jumat (17/7/2026), sehingga membuka jalan bagi pelaksanaan pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026. Keputusan tersebut disahkan melalui pemungutan suara yang menghasilkan dukungan dari 62 anggota parlemen dari total 120 anggota Knesset.

Pembubaran parlemen menjadi tantangan baru bagi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang berupaya mempertahankan kursi kepemimpinannya untuk periode berikutnya. Namun, peluang tersebut dinilai tidak mudah karena tingkat dukungan publik terhadapnya terus menurun, sementara dukungan dari partai-partai koalisi juga belum sepenuhnya terjamin.

Selama empat tahun terakhir, pemerintahan yang dipimpin Netanyahu bersama koalisi sayap kanan telah mengesahkan sejumlah undang-undang yang menuai kritik. 

Beberapa aturan terbaru dinilai memperkuat posisi pemerintah sekaligus mengakomodasi kepentingan partai-partai ultra-Ortodoks yang menjadi bagian dari koalisi.

Dalam sidang pleno terakhir sebelum pembubaran, parlemen menyetujui sejumlah regulasi penting. Di antaranya adalah pembatasan kewenangan jaksa agung, penghapusan ancaman penangkapan terhadap warga yang menolak mengikuti wajib militer, serta perluasan peran pemerintah dalam mengawasi media massa. 

Selain itu, parlemen juga menyetujui penambahan anggaran bagi partai-partai politik melalui rancangan undang-undang yang mengatur pembubaran Knesset.

Meski status parlemen telah dibubarkan, Sekretaris Knesset Sagit Afik menjelaskan lembaga legislatif masih dapat menjalankan tugasnya sekitar 10 hari ke depan. 

Hal itu disebabkan rancangan undang-undang yang menetapkan jadwal pemilu masih dikembalikan ke komite setelah belum mencapai kesepakatan dalam sidang pleno.

Walaupun masih ada pembahasan lanjutan, proses tersebut dipastikan tidak akan mengubah keputusan berakhirnya masa jabatan parlemen. Ketua Knesset Amir Ohana kemudian menutup sidang menjelang tengah malam hingga memasuki Sabtu (18/7/2026) dini hari.

Dalam penutup sidang, Ohana menyebut masa sidang kali ini diwarnai berbagai aksi protes yang terjadi di tengah perang terpanjang dan paling berat yang pernah dihadapi Israel.

Benjamin Netanyahu sendiri tercatat sebagai perdana menteri dengan masa jabatan terlama dalam sejarah Israel. Namun, posisinya kini menghadapi tekanan besar. 

Berbagai survei menunjukkan mayoritas warga menginginkan dirinya mengundurkan diri, terutama setelah muncul kritik terhadap penanganan serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang dianggap sebagai kegagalan sistem keamanan negara.

Dalam pemilu mendatang, mantan Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Gadi Eisenkot, diperkirakan menjadi salah satu penantang utama yang berpotensi menggeser dominasi Netanyahu.(da*))


IKLAN



×
Berita Terbaru Update