Notification

×

Iklan

Padang Matangkan Roadmap Menuju Kota Gastronomi Dunia

Jumat, 31 Juli 2026 | 00:17 WIB Last Updated 2026-07-30T17:17:00Z

Padang Finalisasi Roadmap Kota Gastronomi 2026-2030

Padang, Rakyatterkini.com  – Pemerintah Kota Padang terus memperkuat langkah untuk meraih pengakuan sebagai Kota Gastronomi Dunia dengan menuntaskan Focus Group Discussion (FGD) tahap akhir penyusunan Roadmap Padang City of Gastronomy 2026–2030 pada Kamis (30/7/2026).

Penyusunan roadmap tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan Kota Padang mengikuti seleksi UNESCO Creative Cities Network (UCCN) pada 2027. Selain itu, dokumen ini diharapkan mampu mendorong perkembangan sektor kuliner sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah yang memiliki nilai mencapai Rp81 miliar setiap tahun.

FGD yang berlangsung di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center melibatkan berbagai unsur dalam konsep kolaborasi Hexa Helix, mulai dari pemerintah, akademisi dari Universitas Negeri Padang dan Universitas Andalas, pelaku usaha, komunitas, asosiasi hingga media. Keterlibatan berbagai pihak tersebut ditujukan untuk membangun ekosistem gastronomi yang lebih kuat, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat internasional.

Ketua Tim Ahli Roadmap Gastronomi, Haris Satria, mengatakan penyusunan roadmap menghasilkan tiga dokumen utama, yakni profil gastronomi Kota Padang, model pengembangan Padang City of Gastronomy, serta rencana aksi atau peta jalan yang akan menjadi acuan pengembangan selama periode 2026–2030.

Menurutnya, seluruh dokumen telah disiapkan sebagai dasar bagi Dinas Pariwisata dalam menyusun rencana kerja tahunan yang akan diselaraskan dengan perencanaan pembangunan daerah melalui Bappeda. Ia juga mengungkapkan bahwa dokumen untuk mengikuti seleksi nasional UCCN telah dikirimkan pada 28 Juli 2026.

Haris menjelaskan, penyusunan dossier pengembangan gastronomi mengacu pada hasil rekapitulasi kebutuhan dari seluruh organisasi perangkat daerah. Dari hasil tersebut, total komitmen anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp60 miliar.

Anggaran tersebut dirancang berdasarkan prinsip kelayakan, keterpaduan, keberlanjutan, serta kemudahan implementasi. Sebanyak 60 persen dialokasikan untuk memperkuat program pengembangan gastronomi di tingkat lokal, sedangkan 40 persen lainnya disiapkan guna mendukung kerja sama internasional dan partisipasi aktif Kota Padang dalam jaringan UCCN.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan transformasi ekosistem gastronomi. Upaya tersebut tidak hanya bertujuan menjaga warisan kuliner Minangkabau, tetapi juga menjadikan gastronomi sebagai sektor ekonomi yang mampu bersaing secara global dan memperoleh pengakuan dari UNESCO.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Padang, Okki Trinanda, menjelaskan bahwa roadmap tersebut memuat tiga hasil utama, yakni profil gastronomi Kota Padang, model pengembangan, dan rencana aksi lima tahunan.

Dalam model pengembangan itu, ditetapkan empat sasaran utama, yaitu menjadikan Padang sebagai kota gastronomi yang kompetitif, berkelanjutan, memiliki jejaring internasional, serta memenuhi standar UNESCO. Target tersebut akan dicapai melalui empat tahapan, yakni konsolidasi kebijakan pada 2026, aktivasi ekosistem gastronomi pada 2027, pengembangan dan inovasi pada 2028, serta penguatan keberlanjutan ekosistem pada 2029 hingga 2030.

Untuk mewujudkan target tersebut, roadmap merumuskan 19 strategi yang diterjemahkan ke dalam 35 program kegiatan. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap mulai dari tingkat kota sebagai pusat koordinasi, kecamatan sebagai penghubung, hingga kelurahan yang menjadi pelaksana berbasis komunitas, pelaku usaha, bahan baku lokal, resep tradisional, dan ruang kreatif.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update