Notification

×

Iklan

Nayla Bidik Kampus Dunia Lewat Beasiswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 07:25 WIB Last Updated 2026-07-28T00:26:18Z

Nayla Irza Ramadhani (18), siswi asal Padang 

Padang, Rakyatterkini.com – Disiplin dan ketekunan menjadi kunci perjalanan akademik Nayla Irza Ramadhani (18), siswi asal Padang yang berhasil meraih kesempatan melanjutkan pendidikan di sejumlah perguruan tinggi ternama di dalam maupun luar negeri.

Selama enam hari dalam sepekan, Nayla menghabiskan waktunya untuk belajar. Sepulang sekolah, ia mengikuti berbagai bimbingan belajar yang berbeda untuk memperdalam mata pelajaran matematika, kimia, dan fisika. Hari Minggu menjadi satu-satunya waktu baginya untuk beristirahat dari rutinitas tersebut.

Lulusan SMA Semen Padang Tahun Pelajaran 2025/2026 itu mengaku telah terbiasa menjalani aktivitas padat. Baginya, belajar bukan sekadar kewajiban, tetapi bagian dari upaya mewujudkan impian menjadi seorang ilmuwan.

Anak sulung dari tiga bersaudara pasangan Irwan Kartadi Putra dan Roza Wilda itu kini telah diterima di Program Studi Farmasi Universitas Andalas (Unand) dan Universitas Padjadjaran (Unpad). Selain itu, President University juga menawarkan beasiswa untuk program studi Kedokteran.

Tidak hanya memperoleh peluang di dalam negeri, Nayla juga lolos seleksi awal untuk program penelitian sains di Monash University, Australia. Ia pun masuk daftar tunggu penerimaan di bidang Biomedis di The University of Hong Kong.

Meski demikian, keputusan untuk melanjutkan studi di luar negeri masih bergantung pada hasil seleksi Beasiswa Garuda yang dijadwalkan diumumkan pada Agustus 2026. Beasiswa tersebut menjadi faktor penting karena akan menentukan pembiayaan pendidikannya.

Sambil menunggu hasil seleksi beasiswa, Nayla memilih melakukan daftar ulang di Program Studi Farmasi Universitas Andalas sebagai langkah antisipasi. Menurutnya, pilihan tersebut merupakan jalan terbaik agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa membebani kondisi ekonomi keluarga.

Nayla mengaku masih berharap dapat menempuh pendidikan di luar negeri, terutama di Monash University. Namun, apabila kesempatan itu belum terwujud tahun ini, ia berencana mencoba kembali pada kesempatan berikutnya.

Keinginannya belajar di Australia didorong oleh reputasi Monash University sebagai salah satu kampus unggulan dunia, sekaligus karena lokasinya yang relatif dekat dengan Indonesia. Selain Australia, Hong Kong juga menjadi tujuan yang diminatinya karena berada di kawasan Asia dan didukung kemampuannya dalam berbahasa Mandarin.

Sejak awal, kedua orang tuanya memberikan dorongan penuh agar Nayla memperoleh pengalaman pendidikan internasional. Mereka aktif membantu mencari informasi mengenai perguruan tinggi, beasiswa, hingga mendampingi proses administrasi pendaftaran.

Selain menjaga prestasi akademik, Nayla juga membekali diri dengan kemampuan bahasa asing. Ia menguasai bahasa Inggris dan Mandarin sebagai modal untuk belajar serta beradaptasi di lingkungan internasional.

Selama bersekolah di SMA Semen Padang, Nayla mencatat rata-rata nilai rapor 94 dan konsisten berada di jajaran lima besar di kelas. Menurutnya, prestasi tidak hanya ditentukan oleh nilai, tetapi juga keberanian mengembangkan kemampuan di luar ruang kelas.

Ia pun mengajak para pelajar untuk tidak ragu mencari informasi mengenai kesempatan kuliah di luar negeri. Nayla menilai banyak program beasiswa yang dapat dimanfaatkan, asalkan dibarengi dengan peningkatan kemampuan akademik maupun keterampilan berbahasa asing.

Nayla juga mengaku mendapatkan dukungan besar dari lingkungan SMA Semen Padang. Para guru dinilainya tidak hanya memberikan materi pelajaran, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang nyaman sehingga siswa dapat berkembang secara optimal.

Kepala SMA Semen Padang, Moethia Varina Oemar, menyampaikan apresiasi atas prestasi Nayla. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras siswa yang didukung oleh keluarga, guru, sekolah, dan yayasan.

Ia berharap pencapaian Nayla dapat memotivasi siswa lain untuk berani bermimpi besar dan terus berusaha meraih prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua Yayasan Semen Padang Schools, Hasfi Rafiq. Ia menilai keberhasilan Nayla menjadi bukti bahwa kolaborasi antara sekolah, yayasan, guru, orang tua, dan siswa mampu melahirkan prestasi yang membanggakan.

Sementara itu, ayah Nayla, Irwan Kartadi Putra, mengaku bangga atas capaian putrinya. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari doa, kerja keras, kedisiplinan, dan konsistensi belajar selama bertahun-tahun.

Ia juga mengapresiasi keputusan Nayla yang lebih mengutamakan pilihan pendidikan yang tidak memberatkan keluarga. Baginya, sikap tersebut menunjukkan kedewasaan berpikir dan tanggung jawab yang dimiliki sang putri.

Kini Nayla masih menanti hasil seleksi Beasiswa Garuda yang akan menentukan langkah selanjutnya. Apa pun keputusan akhirnya, perjalanan akademiknya telah membuktikan bahwa kerja keras, dukungan keluarga, dan semangat belajar mampu membuka peluang untuk bersaing di perguruan tinggi terbaik, baik di Indonesia maupun di mancanegara.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update