Padang, Rakyatterkini.com – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026 di lingkungan Yayasan Pendidikan Dedikasi Edukasi Kualiva (DEK) menghadirkan pendekatan baru dengan memasukkan materi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan pemanfaatan media sosial. Langkah ini dilakukan untuk membekali peserta didik baru agar lebih siap menghadapi perkembangan teknologi di era digital.
Koordinator Lapangan MPLS 2026, Edo Cordova, menjelaskan bahwa materi tersebut dipilih karena penggunaan AI dan media sosial di kalangan pelajar semakin meningkat. Menurutnya, siswa perlu memahami cara memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab agar tidak terjerumus pada penyalahgunaan.
Ia menuturkan, pembekalan mengenai AI dan media sosial bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai penggunaan teknologi yang tepat, termasuk pentingnya menyaring informasi dan menggunakan media digital secara bijaksana dalam kehidupan sehari-hari.
MPLS tahun ini berlangsung selama lima hari dengan berbagai materi yang disusun secara bertahap. Pada hari pertama, peserta dikenalkan dengan lingkungan sekolah, kurikulum, tata tertib, serta diberikan motivasi belajar.
Selanjutnya, siswa memperoleh pembekalan mengenai pengembangan minat dan bakat, bahaya penyalahgunaan narkoba bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), pencegahan perundungan oleh pihak kepolisian, hingga edukasi kesiapsiagaan bencana dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang.
Materi mengenai penetapan tujuan (goal setting), AI, dan media sosial disampaikan pada hari keempat. Kegiatan MPLS kemudian ditutup dengan penampilan bakat dari para siswa baru sebagai wadah untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka.
Ketua Pelaksana MPLS 2026, Fajri Rahman, mengatakan bahwa pengenalan AI sengaja dimasukkan ke dalam agenda karena teknologi tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, namun belum banyak dipelajari secara khusus di sekolah. Menurutnya, siswa tidak hanya perlu mengetahui cara memperoleh informasi dari AI, tetapi juga memahami sumber, proses, dan dasar informasi yang dihasilkan.
Selain itu, Fajri menilai media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana membangun citra diri yang positif, mengembangkan kreativitas, serta mempromosikan berbagai kegiatan sekolah jika digunakan secara bijak.
Ia juga mengungkapkan bahwa minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di Yayasan DEK pada tahun ajaran 2026/2027 mengalami peningkatan. Bahkan, jumlah pendaftar tingkat SMP melampaui kuota yang tersedia sebanyak 50 siswa sehingga pihak sekolah tidak dapat menerima seluruh calon peserta didik.
Menurut Fajri, meningkatnya kepercayaan masyarakat tidak terlepas dari berbagai prestasi yang berhasil diraih siswa dalam beberapa tahun terakhir, baik di bidang akademik maupun nonakademik seperti seni, musik, dan olahraga.
Pelaksanaan MPLS turut didukung oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Ketua OSIS SMK DEK, Chika Anggelina, mengatakan pengurus OSIS bertugas mendampingi siswa baru sekaligus menciptakan suasana yang lebih menyenangkan melalui berbagai permainan, pertunjukan seni, tari, musik, hingga pembuatan konten promosi untuk media sosial sekolah.
Beragam permainan interaktif juga disiapkan agar peserta tetap antusias selama mengikuti rangkaian materi. Selain itu, OSIS membuka stan bazar yang menjual aneka makanan dan minuman sebagai media pembelajaran kewirausahaan bagi siswa.
Meski harus bersikap tegas selama kegiatan berlangsung demi menjaga ketertiban, Chika berharap siswa baru dapat memahami peran OSIS dan tertarik bergabung sebagai pengurus di masa mendatang sehingga pelaksanaan MPLS tahun berikutnya dapat berlangsung lebih kreatif.
Di akhir kegiatan, Edo berharap seluruh materi yang diberikan tidak hanya dipahami selama MPLS, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama terkait kedisiplinan, kemampuan berorganisasi, serta penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.
Senada dengan itu, Fajri menegaskan bahwa tujuan utama MPLS bukan sekadar memperkenalkan lingkungan sekolah, melainkan membentuk karakter siswa agar memiliki disiplin, aktif mengembangkan potensi diri, serta mampu meraih prestasi baik di bidang akademik maupun nonakademik sejak awal masa pendidikan.(da*)


