Notification

×

Iklan

Menlu Iran Ungkap Celah Keamanan di Markas Khamenei

Selasa, 21 Juli 2026 | 02:19 WIB Last Updated 2026-07-20T19:24:14Z

Pengkhianatan di balik pembunuhan Khamenei berdampak pada pengambilan keputusan. 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan bahwa insiden pelanggaran keamanan yang berujung pada tewasnya mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, hingga kini belum sepenuhnya terungkap. Menurutnya, persoalan tersebut masih memberikan dampak terhadap kebijakan serta proses pengambilan keputusan di pemerintahan Iran.

Dalam wawancara pada program The Story of the War yang dikutip Iran International, Araghchi menceritakan bahwa dirinya berada di markas Khamenei pada 28 Februari ketika lokasi tersebut menjadi sasaran serangan.

Ia menjelaskan bahwa serangan itu terjadi akibat adanya celah dalam sistem keamanan. Hingga saat ini, menurut Araghchi, pelanggaran tersebut masih belum terselesaikan dan memengaruhi mekanisme pengambilan keputusan di tingkat pemerintahan.

Araghchi juga mengenang situasi sesaat sebelum serangan terjadi. Saat meninggalkan markas, ia sempat menanyakan kepada Wakil Kepala Staf Khamenei, Ali Asghar Hejazi, apakah Pemimpin Tertinggi berada di dalam kompleks tersebut. Namun, Hejazi mengaku tidak mengetahui keberadaan Khamenei saat itu.

Lebih lanjut, Araghchi mengatakan bahwa ketika serangan berlangsung dirinya sedang memberikan laporan mengenai perkembangan negosiasi kepada Hejazi sekaligus membahas kondisi keamanan. Dalam beberapa detik, markas tersebut dihantam tiga kali.

Akibat serangan itu, Hejazi berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan, sedangkan sekretarisnya dilaporkan tewas. Araghchi menyebut kondisi korban begitu parah hingga tidak ditemukan lagi sisa jasadnya.

Selain itu, Araghchi mengaku tidak pernah bertemu dengan Mojtaba Khamenei selama periode tersebut. Ia menambahkan bahwa hanya segelintir orang yang memiliki akses untuk bertemu dengannya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update