Notification

×

Iklan

Massa Desak Kejari Padang Transparan Usut Dugaan Korupsi

Kamis, 23 Juli 2026 | 17:16 WIB Last Updated 2026-07-23T10:16:00Z

Massa Tuntut Keterbukaan Dugaan Aliran Dana Korupsi Beny Saswin Nasrun ke Pati Polri

Padang, Rakyatterkini.com — Puluhan orang yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Muda Sumatera Barat menggelar aksi penyampaian aspirasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang, Rabu (22/7) sore. Kegiatan tersebut mendapat pengamanan dari jajaran kepolisian.

Dalam aksi tersebut, massa menyatakan dukungan kepada Kejari Padang agar tetap berkomitmen dalam mengusut berbagai dugaan tindak pidana korupsi. 

Mereka juga meminta agar seluruh proses hukum yang berjalan dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Melalui orasi yang disampaikan, massa meminta Kejari Padang membuka informasi mengenai perkembangan penyelidikan terkait dugaan aliran dana dalam perkara dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit modal kerja dan bank garansi distribusi semen oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cabang Padang serta Sentra Kredit Menengah Pekanbaru kepada PT Benal Ichsan Persada pada periode 2012 hingga 2020.

Berdasarkan hasil audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN), perkara tersebut disebut menyebabkan kerugian negara sekitar Rp34 miliar. Kasus ini menyeret Beny Saswin Nasrun (BSN), mantan anggota DPRD Sumatera Barat, sebagai salah satu tersangka.

Massa menilai masyarakat memiliki hak untuk mengetahui sejauh mana perkembangan penyidikan, termasuk terkait dugaan adanya aliran dana yang disebut mengarah kepada oknum Perwira Tinggi (Pati) Polri yang pernah bertugas di wilayah Sumatera Barat.

Hingga saat ini, penyidik Kejari Padang masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut, termasuk menelusuri dugaan transaksi keuangan serta aset yang berkaitan dengan kasus.

Selain dugaan aliran dana, penyidik juga dikabarkan tengah mendalami informasi mengenai pemberian fasilitas kendaraan mewah berupa mobil Toyota Alphard yang diduga memiliki kaitan dengan perkara tersebut. Dalam proses penyelidikan, Kejari Padang bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk melacak aset dan transaksi yang dianggap perlu ditelusuri.

Koordinator aksi, Fatli, menyampaikan bahwa kedatangan mereka merupakan bentuk dukungan masyarakat agar aparat penegak hukum mengusut perkara korupsi secara menyeluruh.

"Kami datang membawa aspirasi masyarakat untuk mendukung Kejaksaan Negeri Padang dalam memberantas korupsi, termasuk perkara yang melibatkan Beny Saswin Nasrun yang diduga menimbulkan kerugian negara hingga puluhan miliar rupiah," kata Fatli.

Ia juga meminta Kejari Padang memberikan penjelasan terbuka mengenai pihak-pihak yang diduga menerima aliran dana dalam perkara tersebut, termasuk apabila terdapat dugaan keterlibatan pihak lain.

"Kami berharap kejaksaan menyampaikan informasi secara jelas agar tidak muncul berbagai spekulasi di tengah masyarakat," ujarnya.

Dalam aksi tersebut, massa juga menyinggung kabar mengenai dugaan penjemputan paksa terhadap seorang mahasiswa oleh pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat. Mereka meminta adanya klarifikasi resmi terkait persoalan tersebut.

Sementara itu, Kepala Bagian Operasional Polresta Padang, Kompol Afrides Roema, mengatakan pihaknya menurunkan ratusan personel untuk mengawal jalannya aksi di depan Kantor Kejari Padang.

Pengamanan dilakukan agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Hingga aksi selesai, situasi di sekitar lokasi dilaporkan tetap terkendali tanpa adanya gangguan keamanan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update