Notification

×

Iklan

Mahyeldi Tekankan Pentingnya Fikih Wasathiyah

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:46 WIB Last Updated 2026-07-30T00:46:00Z

Mahyeldi Ansharullah bersama Syekh Abdul Al-Razzaq An-Najm 

Padang, Rakyatterkini.com – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan pentingnya memperkuat pemahaman fikih wasathiyah atau fikih moderat sebagai landasan dalam menjaga persatuan umat sekaligus menjawab berbagai persoalan keagamaan yang terus berkembang di tengah kehidupan masyarakat modern.

Menurut Mahyeldi, umat Islam memerlukan pemahaman agama yang seimbang, berlandaskan argumentasi yang kuat, serta mengutamakan kemaslahatan sehingga mampu menghadirkan kedamaian dan mempererat ukhuwah di tengah masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Nadwah Fiqhiyyah Internasional yang digelar Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Sumatera Barat di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Rabu (29/7/2026). Kegiatan itu menghadirkan ulama asal Suriah, Syekh Abdul Al-Razzaq An-Najm, sebagai narasumber utama.

Seminar ilmiah bertema Prinsip-prinsip Metodologis dalam Pemanfaatan Pendapat Fuqaha pada Isu-Isu Fikih Kontemporer tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari kalangan dai, dosen, guru pondok pesantren, hingga praktisi keislaman dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menekankan bahwa penyampaian ajaran Islam kepada masyarakat hendaknya dilakukan dengan cara yang menenangkan, memperkuat persaudaraan, serta tidak memicu perpecahan. Sementara itu, pembahasan keilmuan yang lebih mendalam menjadi ruang bagi para ulama untuk mengembangkan khazanah keislaman.

Ia juga mengapresiasi kehadiran Syekh Abdul Al-Razzaq An-Najm di Sumatera Barat. Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi momentum penting bagi para dai, akademisi, dan pendidik untuk memperluas wawasan serta memperkuat tradisi dialog ilmiah.

Mahyeldi menilai Suriah memiliki hubungan historis yang erat dengan Indonesia dalam bidang keilmuan Islam. Hal itu karena mayoritas masyarakat Suriah menganut mazhab Syafi'i, yang juga menjadi rujukan utama umat Islam di Indonesia.

Ia berharap hubungan keilmuan antara kedua negara terus berkembang sehingga dapat memperkaya pemahaman Islam dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

Selain itu, Mahyeldi mengajak IKADI Sumbar untuk terus mengambil peran dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat terhadap berbagai persoalan keagamaan yang muncul seiring perkembangan zaman. Menurutnya, pendekatan fikih wasathiyah perlu terus diperkuat tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip syariat.

Ia menambahkan, tantangan keagamaan masa kini memerlukan jawaban yang didasarkan pada metodologi fikih yang kokoh, rasional, serta mengedepankan kemaslahatan umat. Oleh sebab itu, forum ilmiah seperti Nadwah Fiqhiyyah dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas para dai dan akademisi dalam memberikan bimbingan kepada masyarakat.

Mahyeldi juga mengaitkan pembangunan karakter dengan cita-cita Indonesia Emas 2045. Menurutnya, penguatan nilai-nilai agama harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan serta penguatan ketahanan pangan, energi, dan ketahanan nasional.

Sementara itu, Anggota DPR RI Rahmat Saleh menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Nadwah Fiqhiyyah. Ia berkomitmen mendorong keberlanjutan kegiatan serupa melalui agenda reses agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Wakil Ketua IKADI Sumbar, Muhammad Rido, menyampaikan apresiasi kepada Syekh Abdul Al-Razzaq An-Najm yang bersedia hadir setelah menempuh perjalanan panjang dari Damaskus menuju Padang. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumbar, khususnya Gubernur Mahyeldi, atas dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Di sisi lain, Ketua Panitia Defrinal menjelaskan bahwa jumlah peserta dibatasi sebanyak 100 orang agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif. Selama lebih dari tujuh jam, peserta mengikuti pembahasan mengenai metodologi fikih kontemporer secara intensif dengan materi yang disampaikan langsung dalam bahasa Arab.

Melalui penyelenggaraan Nadwah Fiqhiyyah Internasional ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama IKADI berharap lahir lebih banyak dai, akademisi, dan pendidik yang memiliki pemahaman syariah yang mendalam, mampu menyampaikan dakwah yang menyejukkan, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta menjadi perekat persatuan umat.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update