Notification

×

Iklan

Mahyeldi: Pendidikan Harus Seimbangkan Iman, Iptek, dan Karakter

Jumat, 03 Juli 2026 | 21:44 WIB Last Updated 2026-07-03T14:44:00Z

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dalam acara Peringatan HUT 

Padang, Rakyatterkini.com – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa dunia pendidikan harus mampu menyeimbangkan penguatan keimanan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), serta pembentukan karakter sebagai bekal utama dalam menciptakan generasi berkualitas yang siap menghadapi perkembangan zaman.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahyeldi saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-60 Yayasan Pendidikan Bakti Wanita Islam (YPBWI) yang dirangkaikan dengan pembukaan Workshop Implementasi Kurikulum YPBWI di Hotel Imam Bonjol, Kota Padang, Kamis (2/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi memberikan apresiasi kepada YPBWI yang telah mengabdikan diri selama enam dekade dalam memajukan sektor pendidikan. Menurutnya, yayasan tersebut konsisten mengembangkan pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai Islam, penguasaan Iptek, serta pemberdayaan perempuan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami menyampaikan selamat datang kepada seluruh pengurus YPBWI dari berbagai wilayah di Indonesia. Selamat pula atas peringatan Hari Lahir ke-60 YPBWI. Perjalanan selama 60 tahun ini menjadi bukti nyata dedikasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus melahirkan generasi yang unggul dan berkarakter,” ujar Mahyeldi.

Ia menilai perkembangan dunia pendidikan saat ini menuntut hadirnya kurikulum yang mampu mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai agama. Oleh sebab itu, pelaksanaan Workshop Implementasi Kurikulum YPBWI dinilai menjadi langkah penting dalam menyusun sistem pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masa kini.

Menurut Mahyeldi, tujuan utama pendidikan bukan hanya menghasilkan peserta didik yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami, mampu beradaptasi dengan perubahan, kreatif, dan inovatif dalam menghadapi tantangan masa depan.

Selain itu, ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga memerlukan dukungan penuh dari keluarga. Dalam hal ini, perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian dan karakter anak sejak dini.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, lanjut Mahyeldi, akan terus memperkuat kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan yang memiliki visi meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai bekal menuju Indonesia Emas.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa konsep pendidikan yang menggabungkan nilai-nilai keislaman dengan penguasaan Iptek telah lama menjadi bagian dari filosofi pendidikan masyarakat Minangkabau. Menurutnya, pembangunan manusia ideal harus didasarkan pada tiga aspek kecerdasan, yakni spiritual, intelektual, dan sosial.

Nilai tersebut sejalan dengan falsafah Minangkabau Tali Tigo Sapilin, Tungku Tigo Sajarangan, yang menekankan sinergi antara niniak mamak, alim ulama, dan cadiak pandai dalam membentuk manusia yang utuh. Sebagai contoh, Mahyeldi menyebut tokoh-tokoh besar Minangkabau seperti Buya Hamka dan Mohammad Natsir yang mampu memadukan ketiga unsur tersebut sehingga memberikan kontribusi besar bagi bangsa.

Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan berbangsa di Indonesia dibangun di atas landasan nilai-nilai spiritual sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Oleh karena itu, pendidikan harus terus menjaga keseimbangan antara pembinaan keimanan, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pembentukan karakter.

Menutup sambutannya, Mahyeldi mengajak seluruh keluarga besar YPBWI menjadikan peringatan hari jadi ke-60 sebagai momentum untuk semakin meningkatkan pengabdian di bidang pendidikan, menyempurnakan kualitas kurikulum, serta mencetak generasi penerus yang berakhlak mulia, berdaya saing, dan mampu menjadi pemimpin di masa depan.

Acara tersebut turut dihadiri Bunda PAUD Sumatera Barat Harneli Mahyeldi, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat Edi Darma, jajaran pengurus YPBWI, serta peserta workshop yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update