Notification

×

Iklan

Mahasiswa Prancis Kembali Mengabdi di Tanah Ombak Padang

Jumat, 17 Juli 2026 | 20:59 WIB Last Updated 2026-07-17T13:59:00Z

Mahasiswa Kedokteran Perancis bersama anak-anak Tanah Ombak

Padang, Rakyatterkini.com - Lima mahasiswa kedokteran dari Prancis kembali datang ke Kota Padang untuk mengikuti kegiatan sosial dan pendidikan bersama Komunitas Tanah Ombak. 

Selama 12 hari berada di Sumatera Barat, mereka akan berbaur dengan anak-anak di kawasan pesisir melalui berbagai aktivitas edukasi, seni, serta layanan kesehatan.

Kedatangan para mahasiswa tersebut merupakan bagian dari program kolaborasi yang telah berlangsung secara rutin sejak 2023. 

Setelah menempuh perjalanan jauh dari Eropa, mereka memilih menghabiskan waktu bersama anak-anak binaan Tanah Ombak sebagai bentuk kepedulian sekaligus sarana belajar mengenai kehidupan masyarakat dan pemberdayaan komunitas.

Pendiri Komunitas Tanah Ombak, Syuhendri Dt Siri Marajo, menjelaskan bahwa ketertarikan mahasiswa asal Prancis bermula dari kegiatan pendidikan, literasi, dan seni yang selama ini dijalankan komunitas tersebut. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan Tanah Ombak dalam mendampingi anak-anak dinilai unik dan memberikan dampak positif.

"Mereka tertarik melihat bagaimana anak-anak dibimbing melalui seni dan literasi. Karena itu, setiap tahun mereka kembali untuk belajar sekaligus berbagi pengalaman dengan anak-anak di Tanah Ombak," ujar Syuhendri.

Tanah Ombak sendiri merupakan komunitas yang fokus mendampingi anak-anak dari keluarga prasejahtera di kawasan pesisir Kota Padang. Melalui berbagai program pendidikan dan pengembangan kreativitas, komunitas ini berupaya membuka peluang agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama dalam meraih cita-cita.

Saat ini, sekitar 27 hingga 30 anak aktif mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan Tanah Ombak, mulai dari membaca, menulis, hingga latihan teater. 

Syuhendri menilai seni menjadi media yang efektif untuk membangun rasa percaya diri, kreativitas, serta semangat anak-anak dalam menghadapi berbagai keterbatasan.

Selama berada di Sumatera Barat, kelima mahasiswa tersebut mengikuti beragam agenda, di antaranya kemah literasi selama dua hari di Alahan Panjang, Kabupaten Solok, kegiatan melukis topeng, membuat kerajinan tangan, hingga pemeriksaan kesehatan bagi anak-anak binaan.

Selain itu, mereka juga mengikuti aktivitas kebersamaan seperti berenang, bermain bulu tangkis, serta kegiatan sosial melalui pendakian ke Gunung Padang. 

Rangkaian kunjungan turut mencakup kunjungan ke Fakultas Kedokteran Universitas Andalas guna bertukar pengalaman mengenai pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Sebelum kembali ke Prancis pada 22 Juli mendatang, rombongan dijadwalkan bertemu dengan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah.

Syuhendri berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Menurutnya, pertemuan lintas budaya seperti ini tidak hanya memperluas wawasan anak-anak Tanah Ombak, tetapi juga membuka peluang terbentuknya jaringan internasional yang dapat mendukung masa depan mereka.

Ia optimistis, melalui hubungan yang terus terbangun, bukan tidak mungkin suatu saat nanti anak-anak Tanah Ombak memiliki kesempatan untuk belajar maupun berkunjung ke Prancis. 

Yang terpenting, kata dia, adalah menumbuhkan mimpi, kepercayaan diri, dan relasi yang dapat menjadi bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update