Agam, Rakyatterkini.com – Longsor kembali terjadi di ruas Jalan Kelok 44, tepatnya di kawasan Kelok 10, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, setelah hujan mengguyur daerah tersebut. Peristiwa ini menyebabkan badan jalan semakin terkikis sehingga arus kendaraan harus diatur menggunakan sistem buka tutup.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Rahmat Lasmono, menyampaikan bahwa longsor susulan memperburuk kondisi jalan yang sebelumnya telah mengalami kerusakan. Situasi tersebut juga meningkatkan potensi bahaya bagi pengguna jalan yang melintasi jalur penghubung Lubuk Basung dan Bukittinggi.
Ia menjelaskan bahwa kendaraan roda dua maupun roda empat masih dapat melewati lokasi. Namun, pengendara diminta lebih berhati-hati, terutama dengan memperhatikan kapasitas muatan serta dimensi kendaraan yang digunakan.
Menurut Rahmat, longsor dipicu oleh hujan berintensitas sedang yang mengguyur kawasan tersebut pada Rabu (1/7) malam.
Akibat kejadian itu, lebar jalan yang dapat dilalui kini hanya sekitar dua meter. Kondisi tersebut diperparah karena titik yang sama sebelumnya juga pernah terdampak longsor pada akhir November 2025.
Ia menambahkan bahwa ruas jalan tersebut merupakan jalur yang cukup rawan karena menjadi akses utama kendaraan dari Lubuk Basung menuju Bukittinggi maupun sebaliknya.
Untuk mempercepat penanganan, BPBD Agam telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Agam serta UPTD Jalan Wilayah III Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat.
Selain itu, petugas bersama instansi terkait telah memasang sejumlah rambu peringatan di sekitar lokasi. Rahmat menilai perlu adanya pembatasan tonase kendaraan yang melintas serta pembangunan tebing penahan tanah guna mencegah kerusakan jalan semakin parah.
Di sisi lain, Kapolsek Tanjung Raya, Iptu Loren Efendi, mengatakan pihaknya telah menurunkan dua personel kepolisian untuk mengatur lalu lintas di lokasi longsor.
Menurutnya, pengaturan arus kendaraan juga dibantu oleh para pemuda dari Pasar Maninjau sehingga sistem buka tutup dapat berjalan dengan baik dan kendaraan tetap dapat melintas secara bergantian.
Ia mengimbau seluruh pengguna jalan agar mengurangi kecepatan serta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan Kelok 10, mengingat kondisi tanah di sekitar lokasi masih belum stabil dan berpotensi memicu longsor susulan.(da*)


