Notification

×

Iklan

Kota Solok Luncurkan Kurikulum Anti Narkoba di Sekolah

Kamis, 16 Juli 2026 | 06:22 WIB Last Updated 2026-07-16T00:43:11Z

Integrasi Kurikulum Anti Narkoba diluncurkan di Kota Solok.

Solok, Rakyatterkini.com – Dinas Pendidikan Kota Solok berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Solok resmi meluncurkan program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) di SMP Negeri 1 Kota Solok, Rabu (15/7/2026).

Peluncuran program tersebut dihadiri Kepala BNNK Solok M. Febrian Jufril, Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra, Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok Lusya Adelina, para kepala sekolah se-Kota Solok, serta peserta didik yang mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Program IKAN menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar. Melalui program ini, edukasi bahaya narkoba tidak hanya diberikan secara teori, tetapi juga diarahkan untuk membangun karakter dan perilaku positif siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok, Lusya Adelina, menyampaikan bahwa upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN) di sekolah harus dimulai dari peningkatan pemahaman dan kesadaran peserta didik.

Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu membekali siswa dengan pengetahuan, keterampilan, serta sikap agar mampu menjauhi narkoba.

“Pendidikan harus membentuk siswa agar memiliki kemampuan untuk menolak penyalahgunaan narkoba, bukan hanya melalui pemahaman, tetapi juga melalui pembiasaan perilaku positif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penerapan IKAN dilakukan dengan memasukkan materi anti narkoba ke berbagai kegiatan pendidikan, mulai dari pembelajaran di kelas, kegiatan kokurikuler, ekstrakurikuler, hingga budaya sekolah.

Dengan pola tersebut, pendidikan mengenai bahaya narkoba diharapkan dapat menjadi bagian dari keseharian siswa dan membentuk lingkungan sekolah yang lebih sehat.

Sementara itu, Kepala BNNK Solok M. Febrian Jufril mengungkapkan bahwa ancaman penyalahgunaan narkoba saat ini semakin luas dan telah menyasar berbagai kelompok masyarakat, termasuk kalangan remaja.

Ia menyebutkan, angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia mengalami peningkatan, dari 1,73 persen pada 2023 menjadi 2,11 persen pada 2025. Jumlah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 4,15 juta orang, dengan kelompok usia 15 hingga 24 tahun menjadi salah satu yang paling rentan.

“Generasi muda menjadi sasaran utama peredaran narkoba. Karena itu, persoalan ini merupakan kejahatan luar biasa yang harus ditangani bersama,” katanya.

Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak cukup hanya melalui tindakan hukum, tetapi juga harus diperkuat dengan langkah pencegahan, salah satunya melalui dunia pendidikan.

Ia menilai program IKAN menjadi langkah penting untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada siswa agar mampu mengambil keputusan yang tepat dan memiliki keteguhan untuk menolak narkoba.

“Narkoba tidak hanya berdampak pada persoalan hukum, tetapi juga dapat merusak masa depan, menghambat prestasi, serta memicu berbagai tindakan kriminal lainnya,” jelasnya.

Melalui IKAN, materi edukasi terkait bahaya narkoba akan dimasukkan ke dalam proses belajar mengajar tanpa menambah mata pelajaran baru. Dengan demikian, siswa diharapkan memiliki wawasan dan keberanian untuk mengatakan tidak terhadap narkoba.

“Jika ada yang menawarkan, harus berani menolak. Ini merupakan bagian dari gerakan nasional Ananda Bersinar untuk mewujudkan generasi yang bersih dari narkoba,” tambahnya.

BNNK Solok juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Solok dan Dinas Pendidikan yang terus membangun kerja sama dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba, termasuk rencana penguatan regulasi daerah sebagai pendukung program tersebut.

Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program IKAN. Menurutnya, pencegahan narkoba harus dilakukan sejak usia dini agar generasi muda Kota Solok tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas dan berprestasi.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Solok sedang mempersiapkan rumah rehabilitasi sebagai bagian dari upaya penanganan penyalahgunaan narkoba.

“Kami mengapresiasi BNNK Solok yang terus mendampingi pemerintah daerah dalam melakukan pencegahan sejak awal. Gerakan ini harus dimulai dari anak-anak agar Kota Solok memiliki generasi yang unggul, berkarakter, dan berakhlak baik,” ujarnya.

Ramadhani turut mengajak seluruh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta masyarakat untuk bersama-sama menjadi penggerak dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari narkoba. (da)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update