Notification

×

Iklan

Kemnaker Targetkan 300 Ribu Peserta Pelatihan Vokasi 2026

Senin, 27 Juli 2026 | 10:19 WIB Last Updated 2026-07-27T03:19:00Z

Peserta mengikuti praktik pemotongan logam pada pelatihan pengelasan (welding) 

Jakarta, Rakyatterkini.com  - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menargetkan sebanyak 300 ribu orang mengikuti Program Pelatihan Vokasi Nasional selama 2026. 

Program ini disiapkan untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja, lebih produktif, dan mampu bersaing di berbagai sektor industri.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan perkembangan pasar kerja yang berlangsung sangat cepat mengharuskan tenaga kerja memiliki kompetensi yang relevan serta mampu mengikuti perubahan teknologi dan kebutuhan industri.

Menurutnya, pelatihan vokasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana meningkatkan keterampilan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan tenaga kerja yang siap bekerja dan memenuhi kebutuhan pelaku usaha maupun industri.

Target 300 ribu peserta tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan berbasis kompetensi sekaligus meningkatkan kesiapan tenaga kerja agar sesuai dengan permintaan pasar.

Program ini tidak hanya ditujukan bagi para pencari kerja, tetapi juga bagi pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) serta masyarakat yang ingin meningkatkan kemampuan melalui pelatihan tambahan.

Melalui program peningkatan keterampilan (upskilling) dan pelatihan ulang (reskilling), peserta akan memperoleh kompetensi baru sehingga memiliki kesempatan lebih besar untuk kembali memasuki dunia kerja atau memulai usaha secara mandiri.

Afriansyah menegaskan pemerintah ingin memastikan masyarakat yang terdampak perubahan kondisi ekonomi tetap memiliki peluang untuk mengembangkan kemampuan. 

Dengan bekal keterampilan baru, mereka diharapkan mampu memperoleh pekerjaan kembali atau menciptakan lapangan usaha sendiri.

Pelaksanaan pelatihan juga akan disesuaikan dengan potensi unggulan di setiap daerah agar materi yang diberikan benar-benar relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri setempat.

Di Sumatera Barat, misalnya, pengembangan kompetensi akan difokuskan pada sektor jasa, perdagangan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah.

Untuk memperkuat hasil pelatihan, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) didorong menjalin kerja sama yang lebih erat dengan dunia usaha, industri, dan pelaku UMKM. 

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan penyerapan lulusan pelatihan di pasar kerja sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update