Notification

×

Iklan

Kementerian PU Kantongi Anggaran Rp118,5 Triliun pada 2026

Senin, 06 Juli 2026 | 20:16 WIB Last Updated 2026-07-06T13:16:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperoleh pagu anggaran sebesar Rp118,50 triliun untuk Tahun Anggaran 2026. Dana tersebut akan difokuskan pada penguatan sistem irigasi pertanian serta peningkatan konektivitas antardaerah sebagai langkah mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal tersebut disampaikan Menteri PU Dody Hanggodo saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi V DPR RI. Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan capaian pelaksanaan program tahun 2025 serta rencana kerja kementerian untuk tahun anggaran 2026.

Menurut Dody, pembangunan jaringan irigasi dan peningkatan konektivitas wilayah tetap menjadi agenda utama pemerintah. Seluruh komitmen yang telah ditetapkan akan diwujudkan melalui pengelolaan anggaran yang optimal dan penguatan pelaksanaan program di lapangan.

Kementerian PU, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan ketahanan pangan nasional melalui pengembangan infrastruktur irigasi sekaligus memperkuat jaringan transportasi berupa jalan dan jembatan agar distribusi hasil pertanian maupun logistik menjadi lebih efisien.

Untuk sektor Sumber Daya Air (SDA), pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp34,74 triliun. Anggaran tersebut diprioritaskan guna meningkatkan produktivitas lahan pertanian melalui pembangunan dan perbaikan sistem irigasi di berbagai wilayah.

Program yang dijalankan mencakup pembangunan jaringan irigasi baru seluas 15.905 hektare sebagai upaya membuka lahan pertanian produktif, serta rehabilitasi jaringan irigasi seluas 97.430 hektare agar pasokan air bagi lahan pertanian tetap terjaga secara berkelanjutan.

Selain memperkuat irigasi, Kementerian PU juga akan melaksanakan pengendalian banjir sepanjang 82 kilometer guna melindungi kawasan pertanian dan permukiman dari ancaman bencana. Di kawasan pesisir, pembangunan pengaman pantai sepanjang 8 kilometer juga dilakukan untuk menjaga wilayah produktif dari abrasi.

Dukungan terhadap ketersediaan air bersih dilakukan melalui pembangunan fasilitas air baku dengan kapasitas 500 liter per detik, pengembangan sumber air tanah dan embung di sekitar 800 lokasi, serta pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di 12.000 titik.

Pada sektor jalan dan jembatan, Kementerian PU menyiapkan anggaran sebesar Rp45,62 triliun. Dana tersebut diarahkan untuk memperluas akses transportasi dan meningkatkan kualitas jaringan jalan demi memperlancar distribusi barang serta hasil pertanian.

Program yang akan dilaksanakan meliputi pembangunan jalan baru sepanjang 158 kilometer untuk membuka akses menuju kawasan produksi dan daerah terpencil. Selain itu, dilakukan peningkatan kapasitas dan preservasi jalan sepanjang 1.571 kilometer agar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik semakin lancar sekaligus menekan biaya transportasi.

Di bidang jembatan, pemerintah akan membangun dan menduplikasi jembatan sepanjang 2,2 kilometer, melakukan preservasi terhadap jembatan sepanjang 93,8 kilometer, serta mengganti jembatan sepanjang 2,1 kilometer guna meningkatkan keamanan dan keandalan konektivitas.

Tidak hanya itu, Kementerian PU juga akan membangun 105 unit jembatan gantung untuk membuka akses wilayah pedesaan yang masih terisolasi. Program lainnya meliputi pembangunan flyover dan underpass sepanjang 262 meter, serta melanjutkan pembangunan jalan tol sepanjang 35,72 kilometer.

Pemeliharaan rutin juga tetap menjadi perhatian, mencakup preservasi jalan nasional sepanjang 46.000 kilometer dan jembatan sepanjang 472 kilometer. Selain itu, pemerintah akan menangani infrastruktur jalan daerah melalui pembangunan dan pemeliharaan jalan sepanjang 50 kilometer serta jembatan sepanjang 305 meter. Upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat distribusi hasil pertanian dari sentra produksi menuju pasar sekaligus meningkatkan daya saing daerah.

Sementara itu, pada sektor Cipta Karya, Kementerian PU mengalokasikan anggaran sebesar Rp12 triliun untuk memperkuat pembangunan infrastruktur dasar masyarakat. Programnya meliputi pembangunan dan peningkatan kapasitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) hingga 800 liter per detik, perluasan layanan SPAM kepada 59.490 sambungan rumah, pengelolaan air limbah bagi 63.200 kepala keluarga, serta peningkatan pengelolaan sampah dengan kapasitas 402 ton per hari.

Anggaran tersebut juga dimanfaatkan untuk mengembangkan kawasan strategis seluas 157 hektare, membangun gedung seluas 39.799 meter persegi, serta memperkuat berbagai infrastruktur berbasis masyarakat.

Adapun pada bidang Prasarana Strategis, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp24,11 triliun yang difokuskan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Melalui anggaran tersebut, Kementerian PU akan merevitalisasi 1.000 sekolah keagamaan, membangun 100 sekolah rakyat, serta membangun dan merehabilitasi 41 sekolah dasar dan menengah.

Selain itu, pemerintah juga akan membangun tujuh perguruan tinggi dan perguruan tinggi keagamaan, serta melengkapi berbagai fasilitas penunjang ekonomi dan sosial, antara lain pembangunan sembilan pasar, delapan sarana olahraga, dua fasilitas cagar budaya, dua fasilitas kesehatan, dan dua sarana peribadatan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update