Notification

×

Iklan

Kementan Siapkan 56 Ribu Pompa Air Cegah Kekeringan

Senin, 27 Juli 2026 | 06:22 WIB Last Updated 2026-07-26T23:53:46Z

Kementan menyiapkan 56.000 unit pompa air pada tahun 2026 

Jakarta, Rakyatterkini.com  - Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan sebanyak 56.000 unit pompa air sepanjang 2026 sebagai upaya mengantisipasi dampak kekeringan akibat musim kemarau dan perubahan iklim. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan air ke lahan pertanian tetap terjaga sehingga produksi pangan nasional dan target swasembada pangan dapat dipertahankan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, program pompanisasi menjadi solusi cepat untuk mengalirkan air dari sungai maupun sumber air lainnya ke lahan persawahan yang membutuhkan. Menurutnya, strategi ini sangat penting agar sektor pertanian mampu menghadapi ancaman krisis pangan yang dipicu berkurangnya ketersediaan air.

Amran menjelaskan, pengalaman menghadapi fenomena El Nino dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa akses terhadap air menjadi faktor utama dalam menjaga hasil produksi pertanian. Oleh karena itu, pemerintah tidak hanya mempercepat penyaluran pompa air, tetapi juga memperkuat modernisasi pertanian melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna meningkatkan produktivitas petani sekaligus membantu mereka beradaptasi dengan perubahan iklim.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Andi Nur Alam Syah, menuturkan bahwa distribusi pompa air diprioritaskan ke wilayah yang mengalami kekeringan, terutama sentra produksi padi yang masih memiliki sumber air seperti sungai, waduk, embung, maupun saluran irigasi.

Ia menyebutkan, hingga saat ini sekitar 11.000 unit pompa telah disalurkan kepada para penerima manfaat. Sementara sekitar 20.000 unit lainnya masih dalam proses distribusi berdasarkan usulan dari pemerintah daerah, khususnya daerah yang terdampak kekeringan tetapi masih memiliki potensi sumber air yang bisa dimanfaatkan.

Menurut Andi, pemasangan pompa air akan segera dilakukan agar lahan sawah yang mengalami kekurangan air tetap dapat diairi. Dengan demikian, petani diharapkan tetap bisa menanam dan menjaga produktivitas meski berada pada musim kemarau.

Selain program pompanisasi, Kementan juga terus menyalurkan berbagai alsintan, seperti traktor roda dua dan roda empat, rice transplanter, combine harvester, serta peralatan mekanisasi pertanian lainnya. Program tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi usaha tani, mempercepat proses tanam, sekaligus mengurangi kehilangan hasil panen.

Petani yang membutuhkan bantuan pompa air maupun alsintan dapat mengajukan permohonan melalui Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) atau Dinas Pertanian kabupaten/kota sesuai ketentuan yang berlaku. Setiap usulan akan melalui proses verifikasi dan diprioritaskan berdasarkan tingkat kebutuhan serta kondisi wilayah terdampak.

Bantuan pemerintah tersebut dapat diberikan kepada Kelompok Tani (Poktan), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA), serta kelembagaan ekonomi petani yang telah terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN) atau e-Banper. 

Selain itu, Brigade Pangan dan pemerintah daerah yang mengelola brigade alsintan juga dapat menerima bantuan untuk mempercepat mobilisasi peralatan ke wilayah yang membutuhkan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update