Notification

×

Iklan

Kemendikdasmen Ajak Anak Kurangi Gawai

Jumat, 24 Juli 2026 | 16:44 WIB Last Updated 2026-07-24T09:44:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengajak masyarakat untuk kembali membiasakan anak bermain secara langsung dan mengurangi ketergantungan terhadap gawai dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026.

Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kemendikdasmen, Kurniawan, menyampaikan bahwa Hari Anak Nasional tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak.

Menurutnya, pemenuhan hak serta perlindungan anak memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Sinergi lintas sektor dinilai penting agar setiap anak memperoleh pendidikan yang layak, perlindungan yang optimal, dan kesempatan berkembang secara maksimal.

Dalam peringatan HAN 2026, Kemendikdasmen menyiapkan beragam kegiatan edukatif yang mengajak anak belajar melalui pengalaman nyata. Peserta didik PAUD hingga SD kelas rendah dapat mengikuti aktivitas seperti menjelajah alam, menjadi ilmuwan cilik, bermain peran, serta membuat kincir angin dan layang-layang.

Sementara itu, siswa SD kelas tinggi hingga SMA diajak mengenal kembali permainan tradisional, antara lain gasing, congklak, rangku alu, egrang batok, bakiak, hingga merakit perahu jong. 

Berbagai kegiatan tersebut dirancang untuk mengembangkan kemampuan fisik, sosial, emosional, dan kognitif anak melalui aktivitas bermain, berkreasi, dan berinteraksi secara langsung.

Program tersebut juga menjadi bagian dari kampanye penerapan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 18 Tahun 2026 mengenai pembatasan penggunaan gawai di lingkungan satuan pendidikan.

Kurniawan menjelaskan bahwa kebijakan itu bertujuan menjaga kesehatan fisik peserta didik sekaligus meningkatkan kemampuan bersosialisasi dan mendukung perkembangan kognitif maupun emosional melalui interaksi yang lebih nyata.

Ia menegaskan bahwa pembatasan penggunaan gawai di sekolah bukan berarti menolak perkembangan teknologi. Kebijakan tersebut justru dimaksudkan untuk menciptakan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dengan pengalaman belajar secara langsung.

"Pendidikan terbaik bagi anak lahir dari pengalaman bermain dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Karena itu, pembatasan penggunaan gawai di sekolah bertujuan agar anak lebih banyak berkomunikasi dan belajar secara langsung, bukan hanya melalui layar," ujarnya.

Peringatan Hari Anak Nasional 2026 dipusatkan di Tugu Daun Sirih Emas, Alun-alun Gurindam Tepi Laut, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, dengan mengusung tema "Semua Setara Riang Bersama".

Pada kesempatan tersebut, Kemendikdasmen juga menghadirkan Main Raya Anak Nusantara, sebuah arena bermain yang menggabungkan permainan tradisional, aktivitas berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), serta eksplorasi alam untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus edukatif bagi anak-anak.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update