Notification

×

Iklan

Kelangkaan Bio Solar Hambat Distribusi Barang di Padang

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:14 WIB Last Updated 2026-07-07T22:14:00Z

Kelangkaan Pertalite dan Bio Solar di Padang, Antrean Kendaraan Mengular di Sejumlah SPBU

Padang, Rakyatterkini.com  – Terbatasnya pasokan BBM bersubsidi jenis Bio Solar di sejumlah SPBU Kota Padang mulai memengaruhi kelancaran distribusi barang. 

Banyak sopir truk mengaku harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengantre bahan bakar, sehingga pengiriman barang kepada pelanggan mengalami keterlambatan.

Nanda, sopir truk pengangkut es kristal, mengatakan sebagian besar waktu kerjanya kini tersita hanya untuk menunggu giliran mengisi Bio Solar. Dalam satu hari, ia biasanya menghabiskan waktu antara satu hingga dua jam di SPBU, bahkan terkadang lebih lama.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat jadwal distribusi menjadi tidak sesuai rencana. Ia menjelaskan armada perusahaan hanya diperbolehkan menggunakan Bio Solar bersubsidi, sehingga beralih ke BBM nonsubsidi bukan menjadi pilihan.

Nanda menambahkan, seluruh kendaraan operasional perusahaan bergantung pada ketersediaan Bio Solar. Ketika pasokan sulit diperoleh, proses distribusi barang ikut terganggu dan target pengiriman menjadi sulit dicapai.

Keluhan serupa disampaikan Iyos (48), sopir truk pengangkut barang. Ia mengaku pernah menunggu hingga sekitar tiga jam untuk mendapatkan Bio Solar. Akibat lamanya antrean, pengiriman barang ke pelanggan sering kali tidak dapat dilakukan tepat waktu.

Meski pihak perusahaan masih memahami situasi tersebut, Iyos menilai waktu yang terbuang di SPBU tetap menimbulkan kerugian, baik bagi sopir maupun perusahaan. Ia juga menyebut antrean sempat berkurang beberapa waktu lalu, namun kini kembali memanjang di berbagai SPBU.

Sementara itu, Akbar (26), sopir distribusi barang lainnya, mengatakan antrean panjang kini telah menjadi hal yang biasa. Menurutnya, keterlambatan distribusi tidak lagi dapat dihindari karena waktu operasional banyak tersita untuk mendapatkan BBM.

Akbar mengungkapkan, kesulitan memperoleh Bio Solar sudah dirasakan sejak tahun lalu dan hingga kini belum menunjukkan perubahan. Hampir di setiap SPBU, para sopir masih harus mengantre cukup lama sebelum bisa mengisi bahan bakar. Ia berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memperlancar akses masyarakat terhadap Bio Solar bersubsidi.

Dampak kelangkaan BBM juga dirasakan pekerja yang menggunakan kendaraan operasional. Ade, seorang karyawan bagian pemasaran, mengatakan waktu yang seharusnya dimanfaatkan untuk bertemu pelanggan justru habis karena harus mengantre di SPBU.

Ia menilai kondisi tersebut menghambat aktivitas pekerjaan karena kendaraan operasional sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar. Akibatnya, mobilitas menjadi berkurang dan penyelesaian pekerjaan membutuhkan waktu lebih lama.

Antrean panjang Bio Solar di Kota Padang kini tidak hanya menyulitkan masyarakat yang ingin mengisi BBM, tetapi juga memengaruhi kelancaran distribusi logistik serta aktivitas ekonomi yang bergantung pada kendaraan operasional.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update