Jakarta, Rakyatterkini.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Prancis dan Spanyol memicu evakuasi besar-besaran. Lebih dari 250.000 warga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka akibat meluasnya kobaran api yang sulit dikendalikan.
Di Prancis, pemerintah mengerahkan pesawat angkut militer A400M yang telah dimodifikasi untuk menjatuhkan cairan penghambat api di kawasan Gironde, dekat Bordeaux. Langkah tersebut dilakukan guna memperlambat penyebaran api yang terus meluas.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, menyampaikan bahwa pesawat A400M akan memperkuat armada pemadaman yang sebelumnya telah terdiri dari 18 pesawat dan helikopter. Seluruh armada tersebut bertugas menjatuhkan air dan bahan pemadam dari udara untuk membantu petugas di lapangan.
Kebakaran di Gironde diperkirakan masih akan berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Perubahan arah angin dari barat ke timur meningkatkan risiko api bergerak semakin dekat ke Kota Bordeaux yang berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat kebakaran.
Sebagai langkah pencegahan, petugas membuat jalur pembatas dengan menggali parit dan menyemprotkan bahan penghambat api. Pemerintah juga mengerahkan personel militer untuk membantu penanganan serta membagikan sekitar 1,5 juta masker kepada masyarakat guna melindungi mereka dari paparan asap.
Otoritas setempat memerintahkan evakuasi bagi warga yang tinggal di wilayah antara titik kebakaran dan Bordeaux, termasuk sejumlah kawasan pinggiran kota serta beberapa desa di sekitarnya.
Perdana Menteri Prancis, Sébastien Lecornu, menyebut kebakaran di Gironde sebagai kejadian luar biasa yang belum pernah dialami sebelumnya. Ia mengatakan intensitas api yang sangat besar bahkan mampu menciptakan aliran angin sendiri.
Melalui akun media sosial X, Lecornu menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah dan mengimbau masyarakat segera mengikuti seluruh instruksi evakuasi.
Sementara itu, di Spanyol sekitar 70.000 penduduk di wilayah sekitar Madrid juga harus dievakuasi akibat kebakaran hutan. Sepanjang tahun 2026, kebakaran telah melalap sekitar 130.000 hektare lahan, melampaui rata-rata luas area yang terbakar dalam satu dekade terakhir, yakni sekitar 100.000 hektare setiap tahun.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez mengatakan kondisi cuaca yang mulai membaik memberikan harapan bagi petugas untuk mengendalikan kebakaran. Menurunnya kecepatan angin dan suhu udara turut membantu mengurangi intensitas kobaran api.
Upaya pemadaman juga mendapat dukungan dari sejumlah negara Eropa. Italia, Yunani, Belanda, Portugal, Kroasia, Republik Ceko, dan Slovakia mengirimkan pesawat serta helikopter pemadam kebakaran untuk membantu operasi penanganan kebakaran di Prancis dan Spanyol.(da*)


