Notification

×

Iklan

JTTS Jadi Penyumbang Laba Terbesar Hutama Karya

Jumat, 24 Juli 2026 | 15:55 WIB Last Updated 2026-07-24T08:55:00Z

Jalan Tol Trans Sumatrea (JTTS).

Jakarta, Rakyatterkini.com - PT Hutama Karya (Persero) mencatat Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sebagai penyumbang utama keuntungan perusahaan pada Semester I 2026. 

Berdasarkan laporan kinerja, laba bersih konsolidasi yang diraih perseroan telah mencapai 174,96 persen dari target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

Capaian tersebut dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Semester I 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (21/7/2026). Agenda tersebut dihadiri jajaran Direksi dan Dewan Komisaris sebagai forum untuk mengevaluasi hasil kinerja enam bulan pertama sekaligus menyusun strategi perusahaan hingga akhir tahun.

Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, menyampaikan bahwa hasil tersebut menunjukkan transformasi bisnis perusahaan berjalan sesuai arah yang direncanakan. Menurutnya, meningkatnya kontribusi JTTS sebagai sumber pendapatan berulang menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan laba, di samping upaya menjaga kualitas proyek dan kondisi keuangan perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi unaudited per 30 Juni 2026, Hutama Karya membukukan kontrak baru senilai Rp6,30 triliun sepanjang Semester I 2026. Nilai tersebut meningkat 22,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kontrak tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari pembangunan jalan, jembatan, gedung, sumber daya air, manufaktur, hingga layanan operasi dan pemeliharaan jalan tol.

Di sisi lain, kondisi keuangan perusahaan juga menunjukkan perbaikan. Ekuitas meningkat 2,30 persen secara tahunan dan telah mencapai 101,49 persen dari target RKAP. Sementara itu, total utang turun 11,49 persen dibandingkan tahun lalu, melanjutkan tren penurunan leverage yang telah berlangsung sejak 2024. Pendapatan perusahaan juga telah mencapai 81,83 persen dari target RKAP, melanjutkan tren positif sejak Triwulan I 2026.

Perubahan struktur laba mencerminkan pergeseran model bisnis Hutama Karya dari perusahaan konstruksi menjadi pengembang sekaligus operator infrastruktur. Pendapatan berulang terus meningkat seiring bertambahnya ruas tol yang telah beroperasi. Rasio harga pokok penjualan (HPP) tercatat sebesar 81,86 persen dari total pendapatan, relatif stabil dibandingkan periode sebelumnya, dengan kontribusi terbesar berasal dari pengoperasian jalan tol dan anak usaha.

Hingga akhir Triwulan II 2026, nilai order book perusahaan juga meningkat 6,24 persen dibandingkan posisi pada Triwulan I. Sebagian besar proyek masih berasal dari penugasan pemerintah. Dalam periode tersebut, Hutama Karya berhasil menambah 24,4 kilometer ruas JTTS, terdiri atas ruas Betung–Jambi sepanjang 16,8 kilometer, Palembang–Betung 4,5 kilometer, serta Rengat–Pekanbaru 3,1 kilometer. Penambahan ini jauh lebih tinggi dibandingkan Triwulan I yang hanya mencapai 10,1 kilometer.

Dengan tambahan tersebut, total panjang Jalan Tol Trans Sumatera yang telah dibangun mencapai 1.117,6 kilometer. Hutama Karya menargetkan ruas Palembang–Betung dan Betung–Jambi Seksi 1 mulai beroperasi pada akhir 2026.

Kinerja operasional JTTS juga terus mengalami peningkatan. Selama Semester I 2026, volume lalu lintas di seluruh ruas tol mencapai sekitar 17 juta kendaraan atau meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, performa Hutama Karya pada Semester I 2026 menunjukkan pergeseran fokus perusahaan dari sekadar mengejar pertumbuhan proyek menjadi meningkatkan kualitas laba dan memperkuat struktur keuangan. Dengan laba yang melampaui target, pertumbuhan kontrak baru yang signifikan, serta penurunan utang yang berkelanjutan, perusahaan optimistis menghadapi kinerja pada paruh kedua tahun 2026.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update