Padang, Rakyatterkini.com – Sebanyak 1.097 jemaah haji mengikuti Tabligh Akbar dan Tasyakuran Haji 2026 yang digelar di Masjid Al-Hakim, Kota Padang, Selasa (28/7/2026). Dari jumlah tersebut, 1.084 orang berasal dari Kota Padang, sedangkan 13 lainnya merupakan jemaah asal Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Suasana penuh syukur menyelimuti acara penyambutan para tamu Allah yang telah kembali ke Tanah Air usai menunaikan ibadah haji. Namun, di balik kebahagiaan tersebut, terdapat kabar duka karena tidak seluruh jemaah dapat kembali bersama rombongan.
Kepala Kantor Urusan Haji Kota Padang, Zulfahmi, menyampaikan bahwa empat jemaah haji asal Kota Padang meninggal dunia saat berada di Arab Saudi. Seluruh jemaah yang wafat telah dimakamkan di Tanah Suci sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Padang dalam membantu kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, mulai dari proses keberangkatan hingga kepulangan para jemaah.
Sementara itu, Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan rasa terima kasih kepada Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Padang yang telah memberikan pelayanan serta memfasilitasi keberangkatan jemaah menuju Tanah Suci. Menurutnya, kepulangan seluruh jemaah menjadi kebahagiaan bagi masyarakat Kota Padang.
Fadly berharap para jemaah yang telah menyandang predikat haji mabrur dapat menjadi teladan di tengah masyarakat.
Ia mengajak mereka untuk berkontribusi dalam membina kehidupan sosial dan keagamaan, terutama dalam menghadapi persoalan kenakalan remaja dan aksi tawuran yang masih terjadi.
Menurutnya, peran aktif para haji sangat dibutuhkan untuk mendukung berbagai program pembinaan generasi muda yang sedang dijalankan pemerintah daerah melalui pendekatan keagamaan.
Pemko Padang juga mendorong para jemaah agar terlibat dalam pengelolaan masjid dan musala melalui Program Smart Surau. Salah satu kegiatan unggulannya adalah Subuh Mubarakah yang dinilai berhasil meningkatkan partisipasi anak-anak dan remaja dalam salat Subuh berjamaah.
Selain itu, pemerintah kota tengah menyempurnakan kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW) dan Ta'limul Qur'an lil Aulad (TQA).
Program tersebut mewajibkan pelajar tingkat SMP atau sederajat mengikuti pembelajaran Al-Qur'an, meliputi baca tulis, tafsir, dan hafalan sebanyak tiga kali setiap pekan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan keagamaan, pengurus masjid, serta para jemaah haji, Pemko Padang berharap mampu memperkuat pendidikan karakter dan membentuk generasi muda yang berakhlak mulia serta terhindar dari berbagai bentuk degradasi moral.(da*)


