Notification

×

Iklan

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Abu Mencapai 1,2 Km

Rabu, 29 Juli 2026 | 16:38 WIB Last Updated 2026-07-29T09:38:00Z

Gunung Lewotobi Laki-laki

Jakarta, Rakyatterkini.com – Gunung Lewotobi Laki-laki kembali mengalami erupsi pada Rabu (29/7/2026) pukul 05.58 WITA. Letusan tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 1.200 meter di atas puncak gunung atau mencapai sekitar 2.784 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan laporan petugas Pos Pengamatan Gunung Api, Herman Yosef S. Mboro, kolom abu terlihat berwarna kelabu dengan intensitas cukup tebal. Arah sebaran abu mengarah ke wilayah utara hingga timur laut dari kawah Gunung Lewotobi Laki-laki.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan erupsi terjadi pada pukul 05.58 WITA dengan tinggi kolom letusan sekitar 1,2 kilometer dari puncak gunung. Aktivitas tersebut juga terekam pada alat seismograf dengan amplitudo maksimum 44,4 milimeter dan durasi letusan sekitar 55 detik.

Sehubungan dengan aktivitas vulkanik tersebut, PVMBG mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun pengunjung agar tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi. Warga yang tinggal di sekitar gunung diminta tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak hujan abu juga dianjurkan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

Selain itu, PVMBG mengingatkan adanya potensi banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di kawasan puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, terutama saat terjadi hujan berintensitas tinggi. Sejumlah wilayah yang diminta meningkatkan kewaspadaan antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Pemerintah daerah juga diminta terus menjalin koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, serta berkomunikasi dengan PVMBG Badan Geologi di Bandung guna memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan aktivitas vulkanik gunung tersebut.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update