Padang, Rakyatterkini.com - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar dan Pertalite masih menjadi keluhan masyarakat di berbagai wilayah Sumatera Barat.
Selain harus mengantre dalam waktu lama di SPBU, banyak warga yang tidak kebagian BBM karena stok kerap habis sebelum giliran mereka tiba.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumatera Barat, Helmi Heriyanto, membenarkan bahwa persoalan tersebut memang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Ia mengatakan, panjangnya antrean dipicu oleh terganggunya distribusi BBM dari Terminal BBM Pertamina Teluk Kabung.
"Dari kondisi di lapangan, antrean memang sangat panjang. Kami melihat situasinya memang cukup serius," kata Helmi dalam wawancara yang dikutip Katasumbar, Selasa (7/7/2026).
Helmi menjelaskan, distribusi BBM terhambat akibat kemacetan di tiga titik utama yang menjadi jalur mobil tangki pengangkut bahan bakar.
Lokasi pertama berada di kawasan Bungus Teluk Kabung. Proyek perbaikan jembatan di daerah tersebut menyebabkan arus kendaraan menuju dan keluar Terminal BBM Pertamina Teluk Kabung tersendat. Akibatnya, antrean kendaraan mencapai sekitar empat kilometer dan mobil tangki harus menunggu selama dua hingga tiga jam, baik untuk masuk mengisi BBM maupun saat keluar menuju SPBU.
Kemacetan berikutnya terjadi di jalur Sitinjau Lauik. Menurut Helmi, ruas jalan tersebut hampir setiap hari mengalami kepadatan lalu lintas.
Bahkan pada 28 Juni 2026, kemacetan berlangsung hingga lima sampai tujuh jam sehingga mobil tangki yang menuju maupun meninggalkan Terminal BBM Teluk Kabung tidak dapat bergerak dengan lancar.
Hambatan distribusi juga terjadi di kawasan Lembah Anai. Jalur tersebut masih menjalani proses perbaikan setelah terdampak bencana hidrometeorologi tahun lalu. Kondisi diperparah dengan kejadian longsor yang kembali terjadi sehingga lalu lintas dari dua arah mengalami perlambatan.
Sementara itu, antrean panjang untuk mendapatkan Solar dan Pertalite juga masih terlihat di Kabupaten Pesisir Selatan meski tidak ada kendala akses jalan. Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean hampir setiap hari terjadi di sejumlah SPBU dan pasokan BBM yang baru datang sering kali habis dalam waktu singkat.
Beberapa SPBU yang mengalami kondisi tersebut di antaranya SPBU Sago, SPBU Batang Kapas, SPBU Taratak Sutera, serta SPBU Padang Tae Amping Parak Sutera.
Masyarakat berharap distribusi BBM bersubsidi dapat segera kembali normal sehingga kebutuhan bahan bakar terpenuhi dan aktivitas sehari-hari tidak lagi terganggu.(da*)


