Notification

×

Iklan

BMKG Resmikan HF Radar Tsunami di Pariaman

Sabtu, 04 Juli 2026 | 04:45 WIB Last Updated 2026-07-03T21:45:00Z

Wali Kota Pariaman Yota Balad bersama Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah 

Pariaman, Rakyatterkini.com  – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengoperasikan High Frequency (HF) Radar Array yang terpasang di kawasan Pantai Anas Malik, Kelurahan Lohong, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, pada Jumat (3/7/2026). 

Kehadiran perangkat tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan pemantauan kondisi laut sekaligus memperkuat sistem peringatan dini terhadap ancaman gempa dan tsunami.

Peresmian dilakukan langsung oleh Kepala BMKG, Prof. Teuku Faisal Fathani, didampingi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Wali Kota Pariaman Yota Balad, serta Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi.

Dalam sambutannya, Prof. Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa HF Radar dikembangkan untuk menyediakan informasi maritim secara cepat dan akurat. Selain mendukung aktivitas kelautan, teknologi ini juga berfungsi meningkatkan perlindungan masyarakat pesisir dari berbagai potensi bencana, terutama tsunami.

Ia mengungkapkan, Sumatera Barat kini memiliki tiga jenis radar dengan fungsi berbeda. Radar pertama adalah C-Band Radar yang berada di Bandara Internasional Minangkabau dan digunakan untuk mendukung keselamatan penerbangan. Radar kedua merupakan Radar Maritim di Teluk Bayur yang beroperasi di sekitar kawasan pelabuhan. Sementara radar ketiga berupa HF Radar memiliki jangkauan hingga sekitar 150 kilometer dan dipasang di dua titik strategis.

HF Radar Array sendiri merupakan jaringan antena radio yang bekerja pada frekuensi tinggi antara 3 hingga 30 MHz. Berbeda dengan radar konvensional yang terbatas oleh garis pandang, teknologi ini mampu memantau wilayah laut dalam cakupan yang jauh lebih luas secara waktu nyata karena gelombangnya dapat menjangkau area di luar cakrawala.

Prof. Teuku menerangkan, sistem tersebut bekerja dengan memancarkan gelombang radio ke arah laut. Gelombang kemudian merambat melalui permukaan laut menggunakan metode surface wave atau dipantulkan ke lapisan ionosfer melalui metode skywave untuk menjangkau area yang lebih jauh.

Ketika gelombang radio mengenai riak permukaan laut, sinyal akan dipantulkan kembali menuju antena penerima. Perubahan arus laut menyebabkan terjadinya pergeseran frekuensi atau doppler shift. Selanjutnya, sistem komputer mengolah data tersebut untuk menghitung kecepatan arus laut, arah pergerakan, hingga mendeteksi objek tertentu.

Menurutnya, BMKG bersama Badan Keamanan Laut (Bakamla) terus memperluas jaringan HF Radar di sejumlah kawasan strategis nasional, seperti Selat Bali dan Selat Malaka. Upaya tersebut dilakukan guna memperkuat sistem navigasi serta meningkatkan keamanan wilayah maritim Indonesia.

Sementara itu, Wali Kota Pariaman Yota Balad menyampaikan bahwa beroperasinya HF Radar menjadi pencapaian penting dalam pengembangan teknologi mitigasi bencana di pesisir barat Pulau Sumatera.

Ia menilai perangkat tersebut mampu memberikan informasi kondisi laut secara real time, mulai dari arah dan kecepatan arus permukaan hingga tinggi gelombang di laut lepas. Informasi tersebut sangat bermanfaat untuk meningkatkan keselamatan masyarakat pesisir, nelayan, sekaligus mendukung proses pencarian dan pertolongan (SAR) apabila terjadi kecelakaan di laut.

Peresmian HF Radar juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-24 Kota Pariaman. Pemerintah Kota Pariaman menyampaikan apresiasi kepada BMKG atas terjalinnya kerja sama tersebut serta berkomitmen memanfaatkan data radar sebagai bagian dari sistem informasi publik agar mudah diakses dan dipahami masyarakat.

Yota juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga fasilitas radar yang telah dibangun. Menurutnya, aset negara tersebut memiliki nilai strategis karena berperan langsung dalam meningkatkan keselamatan warga sekaligus mendukung kemajuan sektor maritim di Kota Pariaman.

Peresmian HF Radar Array ditutup dengan penandatanganan prasasti oleh Kepala BMKG Prof. Teuku Faisal Fathani, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, dan Wali Kota Pariaman Yota Balad sebagai simbol dimulainya operasional resmi fasilitas tersebut.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update