Jakarta, Rakyatterkini.com - BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang diperkirakan terjadi di sejumlah perairan Indonesia pada periode 20 hingga 23 Juli 2026.
Masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah pesisir dan laut, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca tersebut.
Dalam keterangan resminya, Senin (20/7/2026), BMKG menjelaskan pola angin di wilayah utara Indonesia bergerak dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 7-25 knot. Sementara itu, di bagian selatan Indonesia, angin bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 7-24 knot.
BMKG mencatat kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Samudra Hindia sebelah barat Bengkulu hingga Lampung serta Samudra Hindia di selatan Banten sampai Jawa Barat. Kondisi tersebut memicu peningkatan tinggi gelombang di berbagai wilayah perairan.
Gelombang dengan ketinggian sekitar 1,25 hingga 2,5 meter diprediksi terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Kepulauan Nias dan Mentawai, Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur, Selat Karimata bagian selatan, Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Laut Banda, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua, Laut Seram, serta Laut Arafuru.
Sementara itu, gelombang yang lebih tinggi, yakni antara 2,5 hingga 4 meter, berpotensi terjadi di perairan Samudra Hindia sebelah barat Bengkulu dan Lampung, serta sepanjang Samudra Hindia di selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat.
BMKG mengingatkan bahwa kondisi gelombang tinggi tersebut dapat membahayakan aktivitas pelayaran. Oleh karena itu, nelayan dan operator transportasi laut diminta memperhatikan perkembangan cuaca sebelum berlayar.
Peringatan khusus juga diberikan bagi perahu nelayan yang beroperasi saat kecepatan angin melebihi 15 knot dengan tinggi gelombang di atas 1,25 meter, kapal tongkang saat angin lebih dari 16 knot dan gelombang di atas 1,5 meter, serta kapal ferry ketika kecepatan angin melampaui 21 knot dengan tinggi gelombang lebih dari 2,5 meter.
BMKG juga mengimbau masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir agar tetap waspada dan terus memantau informasi cuaca terbaru guna mengantisipasi potensi dampak gelombang tinggi.(da*)


