Padang, Rakyatterkini.com – Cuaca di Sumatera Barat pada akhir pekan pertama Juli diperkirakan didominasi kondisi mendung dengan potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir.
Berdasarkan prakiraan cuaca, kondisi tersebut berpeluang terjadi mulai Minggu siang (5/7/2026) hingga Senin pagi (6/7/2026).
Sejak pagi, langit di berbagai daerah di Sumbar tampak tertutup awan dengan kondisi udara yang cenderung berkabut. Beberapa wilayah telah mengalami hujan ringan. Memasuki menjelang siang, cuaca di Solok Selatan dan Pesisir Selatan diperkirakan cerah berawan.
Sementara Pasaman, Pasaman Barat, Kabupaten Lima Puluh Kota, Payakumbuh, Kabupaten Solok, dan Dharmasraya berada dalam kondisi berawan.
Saat siang hari, hujan mulai mengguyur sejumlah daerah. Meski demikian, wilayah Lima Puluh Kota, Payakumbuh, Kabupaten Solok, Sijunjung, Sawahlunto, Dharmasraya, Solok Selatan, dan Pesisir Selatan diperkirakan masih belum terdampak hujan pada periode tersebut.
Menjelang sore, cakupan wilayah yang berpotensi diguyur hujan semakin meluas dengan intensitas yang berbeda-beda, mulai dari ringan hingga lebat. Kondisi hujan diperkirakan masih berlanjut hingga malam di beberapa daerah.
Memasuki tengah malam, hujan mulai berangsur reda di sebagian wilayah dan kondisi udara berkabut kembali mendominasi. Namun, hujan diperkirakan masih terjadi di Pasaman, Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Kota Padang, dan Pesisir Selatan hingga Senin pagi.
Dari sisi suhu, kawasan Bukittinggi diperkirakan menjadi daerah dengan temperatur terendah, berkisar antara 18 hingga 23 derajat Celsius. Sementara itu, Kepulauan Mentawai diprediksi mencatat suhu tertinggi, yakni sekitar 27 hingga 32 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara di Sumbar juga relatif tinggi dengan kisaran 79 hingga 100 persen.
Untuk kondisi angin, kecepatan tertinggi diperkirakan mencapai sekitar 18 kilometer per jam di Pesisir Selatan. Kecepatan angin sekitar 15 kilometer per jam berpotensi terjadi di Pasaman Barat, Agam, Kota Padang, dan Kepulauan Mentawai.
Adapun angin paling lemah diperkirakan terjadi di Kota Sawahlunto dengan kecepatan sekitar 6 kilometer per jam. (da*)


