Notification

×

Iklan

BGN Validasi 63 Juta Penerima MBG

Selasa, 21 Juli 2026 | 18:18 WIB Last Updated 2026-07-21T11:18:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menitikberatkan pada pembaruan data penerima manfaat dan penyempurnaan sistem insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengatakan langkah awal yang dilakukan adalah memverifikasi kembali data sekitar 63 juta penerima manfaat agar pelaksanaan program lebih akurat. 
Menurutnya, proses tersebut bertujuan memastikan jumlah penerima yang benar-benar memenuhi syarat serta menentukan wilayah dan kelompok masyarakat yang perlu diprioritaskan.

Ia menjelaskan, hasil validasi akan menjadi dasar dalam menetapkan sasaran penyaluran MBG sehingga bantuan dapat diberikan secara lebih tepat dan efektif kepada masyarakat yang membutuhkan.

Selain memperbarui data penerima manfaat, BGN juga mengkaji ulang sistem pemberian insentif kepada SPPG. Selama ini, besaran insentif dinilai belum mencerminkan perbedaan kapasitas layanan maupun luas wilayah kerja masing-masing SPPG.

Agustina menuturkan, terdapat SPPG yang hanya melayani sekitar 1.000 penerima manfaat dengan jarak distribusi yang dekat, sementara ada pula yang harus menjangkau lebih banyak penerima dengan area operasional yang lebih luas. Menurutnya, kondisi tersebut perlu diakomodasi melalui skema insentif yang lebih proporsional dan berkeadilan.

BGN menilai pemberian insentif yang sama kepada seluruh SPPG, meski memiliki beban kerja berbeda, tidak lagi relevan. Oleh karena itu, lembaga tersebut akan menyusun mekanisme baru agar besaran insentif disesuaikan dengan tingkat pelayanan dan cakupan wilayah masing-masing SPPG.

Di sisi lain, BGN juga berencana memperkuat tata kelola Program MBG melalui penerapan sistem digital. Transformasi digital dinilai penting untuk meningkatkan transparansi, memperkuat akuntabilitas, serta memudahkan proses pengawasan penggunaan anggaran.

Menurut Agustina, pengelolaan program tidak dapat terus bergantung pada sistem manual atau individu semata. Karena itu, masukan mengenai digitalisasi akan menjadi bagian dari agenda perbaikan yang sedang disiapkan BGN guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update