Jakarta, Rakyatterkini.com - Musim kemarau di Indonesia tahun ini diwarnai kondisi cuaca yang tidak biasa.
Di tengah meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah, banjir justru melanda Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa banjir tersebut mengakibatkan empat jembatan hanyut sehingga akses penghubung antarwilayah terputus.
Peristiwa banjir terjadi pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di Desa Sawang, Kecamatan Sawang. Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Aceh Utara, derasnya arus sungai menyeret empat jembatan, sementara hingga Sabtu (25/7/2026) debit air masih cukup tinggi.
Akibat rusaknya jembatan, jalur dari Desa Sawang menuju Desa Lhok Cut, Kubut, Blang Cut, dan Gunci tidak dapat dilalui sehingga aktivitas masyarakat terganggu.
Abdul Muhari, yang akrab disapa Aam, menyampaikan bahwa BPBD Aceh Utara telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, dan instansi terkait dalam upaya penanganan darurat.
Di sisi lain, BNPB mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim kemarau, termasuk ancaman kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan.
Menurut Aam, langkah pencegahan merupakan cara paling efektif untuk menekan risiko karhutla. Berdasarkan tingkat kemudahan terbakar lapisan permukaan tanah pada 27 Juli 2026, sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, Papua, serta hampir seluruh Pulau Jawa berada dalam kategori sangat mudah terbakar.
BNPB juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memantau kondisi lingkungan. Apabila menemukan indikasi kebakaran, warga diminta segera melaporkannya kepada BPBD atau pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan lebih efektif.(da*)


