Jakarta, Rakyatterkini.com – Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Jalan Nasional Pangandaran-Banjar, tepatnya di tikungan Bumi Nusantara, kawasan Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Senin (6/7/2026) sore.
Insiden tersebut tidak menimbulkan korban meninggal dunia, namun sempat menghambat kelancaran arus kendaraan di lokasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan melibatkan sebuah Daihatsu Ayla bernomor polisi Z 7273 LB dengan Toyota Avanza berpelat Z 1402 UA. Benturan yang cukup keras mengakibatkan mobil Avanza terguling di tengah badan jalan.
Peristiwa bermula ketika Daihatsu Ayla melaju dari arah Pangandaran menuju Banjar. Saat memasuki tikungan yang dikenal cukup tajam, kendaraan tersebut diduga melebar ke kanan hingga melampaui jalurnya.
Pada waktu yang bersamaan, dari arah berlawanan melintas Toyota Avanza. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan tak dapat dihindari. Bagian samping kanan belakang Avanza dihantam Ayla hingga kendaraan tersebut kehilangan keseimbangan dan akhirnya terguling.
Akibat kecelakaan itu, bagian depan Daihatsu Ayla mengalami kerusakan cukup berat. Sementara itu, Toyota Avanza mengalami kerusakan setelah terguling akibat benturan di sisi kanan belakang.
Meski tidak ada korban jiwa, seorang penumpang berkewarganegaraan asing yang berada di dalam Toyota Avanza dilaporkan mengalami syok usai kejadian.
Salah seorang saksi di lokasi, Edi Arwanto, menuturkan bahwa mobil berwarna putih sudah melaju dengan kecepatan rendah dari arah berlawanan.
Sebaliknya, mobil hitam yang datang dari arah Pangandaran disebut melintas dengan kecepatan tinggi hingga melewati batas jalur.
"Mobil putih sudah pelan, namun mobil hitam yang dari arah Pangandaran sudah melaju kencang dan melewati batas jalan. Sempat sempat teriakin namun sudah terjadi tabrakan. Mobil hitam menabrak mobil putih lalu terguling," ungkap Edi pada Senin (6/7/2026).
Setelah menerima laporan, petugas kepolisian segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Polisi kemudian mengevakuasi kedua kendaraan yang terlibat serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan bukti.
Kecelakaan ini sempat menjadi perhatian warga sekitar maupun pengendara yang melintas. Untuk mencegah kemacetan yang lebih parah, petugas melakukan pengaturan lalu lintas selama proses evakuasi berlangsung.
Saat ini, Unit Satlantas Polres Pangandaran masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut. Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi beserta analisis posisi kendaraan saat tabrakan juga masih terus dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan.(da*)


