Tanah Datar, Rakyatterkini.com – Ratusan pendidik dari berbagai jenjang pendidikan memadati Gedung Maharajo Dirajo (Gedung Nasional), Kabupaten Tanah Datar, Sabtu (18/7/2026), untuk mengikuti Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB tersebut dihadiri lebih dari 700 peserta yang terdiri atas guru, kepala sekolah, serta pegiat pendidikan dengan mengangkat tema "Cita-cita Kolektif: Kewargaan Desa Dunia."
Pembukaan acara dilakukan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Tanah Datar, Jasrinaldi, SH, S.Sos, yang hadir mewakili Bupati Tanah Datar.
Dalam sambutannya, Jasrinaldi menegaskan bahwa pendidikan menjadi fondasi utama dalam membangun peradaban dan menciptakan kemajuan daerah. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus memberikan perhatian besar terhadap sektor pendidikan karena diyakini sebagai kunci utama menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Ia menyampaikan bahwa kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kualitas tenaga pendidik. Karena itu, guru dituntut terus meningkatkan kompetensi agar mampu menjawab tantangan perkembangan zaman. Jasrinaldi juga mengapresiasi para guru mulai dari tingkat PAUD hingga SLTA yang mengikuti kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen untuk terus belajar dan mengembangkan diri.
Menurutnya, TPN XIII menjadi wadah penting bagi para pendidik untuk saling bertukar pengalaman, berbagi praktik baik, serta memperluas wawasan dalam menciptakan pembelajaran yang lebih efektif di kelas. Forum ini juga menjadi ruang kolaborasi bagi guru untuk memperoleh inspirasi dan strategi baru dari sesama pendidik maupun narasumber yang kompeten.
Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menyerap sebanyak mungkin ilmu dan pengalaman. Guru juga didorong untuk mengadaptasi berbagai praktik baik yang sesuai dengan kebutuhan sekolah masing-masing.
"Guru yang berhenti belajar pada akhirnya akan tertinggal oleh perkembangan zaman. Karena itu, semangat belajar harus terus dipelihara," pesannya.
Di akhir sambutan, Jasrinaldi menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara dan Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Kabupaten Tanah Datar yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan tahunan tersebut.
Selain menghadirkan ratusan peserta, TPN XIII juga mempertemukan unsur pemerintah daerah, legislatif, komunitas pendidikan, dan kalangan muda dalam sebuah diskusi panel mengenai arah pembangunan pendidikan di Tanah Datar. Diskusi dipandu oleh Metria Eliza, , dengan menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar Alfi Hidayati, Anggota Komisi I DPRD Tanah Datar Adib Fadhil, , Sekretaris Daerah Abdurahman Hadi, serta Lead of Lingkar Daerah Belajar, Dinda Alshauma,.
Ketua KGBN Tanah Datar sekaligus Ketua Penyelenggara TPN XIII, Metria Eliza, mengatakan bahwa Temu Pendidik Nusantara bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi merupakan ruang kolaborasi bagi para guru untuk belajar bersama.
Menurutnya, perubahan pendidikan hanya dapat terwujud melalui semangat gotong royong antarpendidik yang terus berbagi pengalaman, meningkatkan kapasitas, dan tumbuh bersama. Ia juga menegaskan bahwa TPN menjadi ruang terbuka bagi seluruh peserta tanpa memandang latar belakang maupun jabatan.
Hal senada disampaikan Sekretaris TPN XIII Tanah Datar, Safitri, S.Pd, yang menyebut antusiasme peserta sangat tinggi. Hal itu terlihat dari keaktifan mereka mengikuti berbagai sesi diskusi, lokakarya, hingga kelas inspirasi sepanjang kegiatan berlangsung.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar memberikan apresiasi kepada KGBN atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini tidak lagi hanya meningkatkan angka partisipasi sekolah, tetapi juga menciptakan proses belajar yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, lanjutnya, berkomitmen melahirkan generasi yang memiliki daya saing global tanpa meninggalkan identitas budaya lokal. Komitmen tersebut selaras dengan falsafah Minangkabau Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
Sebagai implementasi konsep tersebut, Dinas Pendidikan mendorong sekolah memanfaatkan potensi nagari sebagai sumber belajar.
Sawah diarahkan menjadi laboratorium sains, pasar sebagai media pembelajaran ekonomi, surau sebagai pusat pendidikan karakter, serta sanggar seni sebagai ruang pelestarian budaya. Program ini diharapkan mendukung penguatan karakter, pengembangan bakat, dan program unggulan daerah seperti Satu Anak Satu Masa Depan.
Koordinator TPN XIII Tanah Datar, Gusti Indriyeny,, mengungkapkan bahwa jumlah peserta yang mendaftar berbagai kelas jauh melampaui perkiraan panitia. Berbagai sesi, mulai dari kelas pendidik, kelas pemimpin, kelas kompetensi, bincang pendidikan hingga cerdas cermat guru, mendapat sambutan yang sangat baik.
Menurutnya, antusiasme peserta hingga akhir kegiatan menunjukkan besarnya semangat guru-guru di Tanah Datar untuk menjadi motor perubahan pendidikan. Seluruh peserta pun diajak mengimplementasikan filosofi Alam Takambang Jadi Guru sebagai landasan mencetak generasi emas berkarakter Pancasila yang mampu bersaing di tingkat global.
Panitia menutup kegiatan dengan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan TPN XIII, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar yang berperan dalam menyukseskan acara tersebut.(Farid)


