Notification

×

Iklan

4 Ruas Tol Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat TNI AU

Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:50 WIB Last Updated 2026-07-25T11:50:00Z

Pesawat tempur TNI AU melakukan uji coba lepas landas

Jakarta, Rakyatterkini.com – Jalan tol di Indonesia tidak hanya berfungsi untuk memperlancar konektivitas dan distribusi logistik, tetapi juga disiapkan sebagai bagian dari infrastruktur strategis pertahanan. Sejumlah ruas jalan bebas hambatan dirancang agar dapat dimanfaatkan sebagai landasan darurat bagi pesawat tempur TNI Angkatan Udara (TNI AU) ketika terjadi kondisi tertentu.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan langkah tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sistem pertahanan nasional melalui pembangunan infrastruktur yang memiliki fungsi ganda.

Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pembangunan jalan tol tidak hanya ditujukan untuk menunjang mobilitas masyarakat dan arus logistik, tetapi juga harus memberikan manfaat strategis bagi kepentingan negara. Oleh karena itu, beberapa ruas tol didesain agar tetap beroperasi normal sebagai jalan berbayar, namun dapat dialihkan menjadi landasan darurat bagi pesawat tempur apabila dibutuhkan.

Menurut Dody, konsep tersebut menunjukkan bahwa infrastruktur yang dibangun pemerintah memiliki nilai tambah, yakni mendukung aktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan nasional di sektor pertahanan.

Saat ini terdapat empat ruas jalan tol yang dipersiapkan untuk fungsi tersebut, yakni Tol Banda Aceh–Sigli, Tol Jakarta–Cikampek II Selatan (Japek II Selatan), Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka), serta Tol Probolinggo–Banyuwangi. Keempat ruas itu dirancang dengan spesifikasi teknis yang memungkinkan operasional pesawat tempur dalam situasi darurat tanpa mengganggu fungsi utamanya sebagai jalan tol.

Panjang lintasan yang disiapkan pun berbeda di setiap lokasi. Pada Tol Banda Aceh–Sigli, lintasan sekitar 2,8 kilometer akan diperpanjang menjadi sekitar 3,8 kilometer. Sementara di Tol Japek II Selatan, lintasan yang semula sekitar 2,8 kilometer akan diperpanjang hingga kurang lebih 3,5 kilometer. Adapun Tol Probolinggo–Banyuwangi disiapkan memiliki lintasan sepanjang 3 hingga 3,5 kilometer.

Dody menegaskan bahwa Tol Banda Aceh–Sigli tetap melayani pengguna jalan dalam kondisi normal. Namun, apabila terjadi keadaan darurat, ruas tersebut dapat ditutup sementara dan difungsikan sebagai lokasi pendaratan maupun lepas landas pesawat tempur TNI AU.

Kesiapan konsep ini telah dibuktikan melalui uji coba yang dilaksanakan di Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung pada 11 Februari 2026. Pengujian berlangsung di segmen Gerbang Tol Lambu Kibang hingga Gerbang Tol Simpang Pematang dan dinilai berjalan sukses.

Dalam simulasi tersebut, dua pesawat tempur TNI AU, yakni EMB-314 Super Tucano dan F-16, berhasil melakukan pendaratan serta lepas landas di ruas KM 228 hingga KM 231. Momen tersebut sekaligus menjadi pendaratan pesawat tempur pertama yang dilakukan di jalan tol di Indonesia.

Keberhasilan uji coba itu menunjukkan bahwa infrastruktur jalan tol yang dibangun telah memenuhi persyaratan teknis untuk mendukung kebutuhan strategis negara. Selain memperkuat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi, pemanfaatan ganda jalan tol juga dinilai mampu mengoptimalkan investasi infrastruktur sekaligus meningkatkan kesiapan sistem pertahanan nasional.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update