Notification

×

Iklan

18 Unit Hunsela untuk Penyintas Bencana Padang Diresmikan

Kamis, 16 Juli 2026 | 07:19 WIB Last Updated 2026-07-16T01:10:58Z

Wali Kota Padang, Fadly Amran, meresmikan Hunsela

Padang, Rakyatterkini.com - Pemerintah Kota Padang terus mempercepat proses pemulihan bagi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir 2025. 

Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah meresmikan sekaligus menyerahkan kunci Hunian Sementara Sehat dan Layak (Hunsela) kepada warga penyintas di kawasan Rimbo Panjang, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Rabu (15/7/2026).

Penyerahan kunci dilakukan langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, kepada warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang dan longsor. Sebanyak 18 unit Hunsela mulai ditempati, terdiri atas 15 unit di Rimbo Panjang dan tiga unit di kawasan Gerbang Langit.

Fadly Amran mengatakan, Hunsela dibangun sebagai tempat tinggal sementara yang aman, sehat, dan layak bagi masyarakat terdampak sambil menunggu pembangunan Hunian Tetap (Huntap). Program tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Ia berharap warga yang menempati hunian sementara dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih nyaman serta memiliki semangat baru untuk bangkit setelah musibah yang dialami.

Pemko Padang, lanjut Fadly, akan terus mendampingi proses pemulihan para penyintas. Pemerintah juga berupaya mempercepat penyediaan berbagai fasilitas pendukung di kawasan Hunsela, termasuk akses jalan dan jaringan air bersih yang telah diinstruksikan kepada organisasi perangkat daerah terkait agar segera diselesaikan.

Selain itu, pemerintah masih berupaya mencari solusi bagi warga yang belum memperoleh Hunian Tetap melalui berbagai skema bantuan, seperti program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) maupun dukungan dari para donatur.

Keberhasilan pembangunan Hunsela tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak. Fadly mengapresiasi kontribusi sejumlah lembaga dan komunitas, di antaranya Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Andalas (DPP IKA Unand), Asosiasi Perempuan Peduli Bencana, Universitas Baiturrahmah (Unbrah), serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unand yang turut membantu proses pembangunan.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan para dermawan menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong dalam membantu warga yang terdampak bencana.

Peresmian Hunsela turut dihadiri Ketua Yayasan Unbrah Hj. Maizarnis, Rektor Unbrah Musliar Kasim, Sekretaris Universitas Andalas Aidinil Zetra, Dekan FMIPA Unand Mai Efdi, Wakil Ketua Umum DPP IKA Unand Hary Efendi Iskandar, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, sejumlah kepala OPD, serta tokoh masyarakat setempat.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Hunsela Rimbo Panjang dan Gerbang Langit, Mairawita, menjelaskan bahwa pembangunan 18 unit Hunsela dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, termasuk DPP IKA Unand, Unbrah, Grup Beringin, Grup Tamansari, Grup Arisan An-Nafisah, serta program pengabdian masyarakat FMIPA Unand.

Ia memastikan seluruh bangunan berdiri di atas lahan yang tidak memiliki persoalan status kepemilikan sehingga dapat mempermudah proses pembangunan Hunian Tetap di masa mendatang.

Mairawita menambahkan, hingga pertengahan 2026 telah terbangun sebanyak 38 unit Hunsela secara bertahap sebagai tempat tinggal sementara bagi penyintas bencana hidrometeorologi. Menurutnya, Hunsela bukan sekadar hunian transisi, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan kebersamaan masyarakat dalam membantu sesama, dengan harapan seluruh penyintas nantinya dapat menempati rumah permanen yang aman dan layak.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update