Padang, Rakyatterkini.com — Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumatera Barat melalui Bandara Internasional Minangkabau pada April 2026 tercatat sebanyak 5.730 kunjungan. Angka ini menunjukkan adanya penurunan 3,99 persen dibandingkan bulan Maret 2026 yang mencapai 5.968 kunjungan.
Kepala Badan Pusat Statistik Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, menyampaikan bahwa penurunan tersebut terungkap dalam rilis resmi yang disampaikan pada Selasa (2/6/2026). Meski mengalami penurunan secara bulanan, Malaysia masih menjadi negara penyumbang wisatawan terbesar ke Ranah Minang.
“Pada April 2026, tercatat 5.730 kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Barat melalui Bandara Internasional Minangkabau. Jumlah ini turun 3,99 persen dibandingkan Maret 2026,” ujarnya.
Dari total kunjungan tersebut, wisatawan asal Malaysia mendominasi dengan 3.783 kunjungan atau sekitar 66 persen dari keseluruhan wisatawan asing. Setelah itu, disusul oleh Australia dengan 295 kunjungan, Amerika Serikat 175 kunjungan, Singapura 97 kunjungan, Prancis 83 kunjungan, serta Tiongkok sebanyak 49 kunjungan.
Menariknya, meskipun total kunjungan wisman menurun, beberapa negara justru mengalami pertumbuhan signifikan. Wisatawan dari Tiongkok mencatat kenaikan paling tinggi hingga 226,67 persen dibandingkan Maret 2026. Sementara itu, kunjungan dari Amerika Serikat naik 68,27 persen dan Italia meningkat 72,73 persen.
Selain wisman, aktivitas perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Sumatera Barat juga mengalami penurunan. Pada April 2026, tercatat 1,89 juta perjalanan, turun 32,52 persen dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 2,80 juta perjalanan.
Dari sisi daerah tujuan, Kota Padang masih menjadi destinasi utama dengan 477.990 perjalanan. Disusul Kabupaten Agam sebanyak 166.740 perjalanan dan Kabupaten Solok dengan 156.190 perjalanan.
Meski jumlah kunjungan wisata menurun, sektor perhotelan justru menunjukkan perbaikan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumatera Barat pada April 2026 tercatat 45,82 persen, naik 2,92 poin dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka 42,90 persen.
Nurul menilai kenaikan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas pariwisata masih cukup stabil, terutama pada hotel berbintang. Ia juga mencatat rata-rata lama menginap tamu hotel berbintang sedikit meningkat menjadi 1,23 malam dari sebelumnya 1,22 malam.
Ia berharap berbagai agenda pariwisata dan kegiatan budaya yang digelar pemerintah daerah dapat kembali meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, pada periode berikutnya.
“Pariwisata tetap menjadi sektor penting bagi perekonomian daerah. Karena itu, peningkatan kualitas destinasi dan layanan harus terus dilakukan agar kunjungan wisatawan terus tumbuh,” tutupnya.(da*)


