Solsel, Rakyatterkini.com- Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus memperkuat upaya agar pembangunan Sekolah Rakyat di daerah tersebut segera terealisasi.
Program ini diharapkan mampu memperluas akses pendidikan yang merata dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Seluruh persyaratan administratif yang diminta pemerintah pusat telah dipenuhi. Saat ini, pemerintah daerah hanya menunggu keputusan dari Kementerian Sosial terkait jadwal dimulainya pembangunan.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Solok Selatan H. Khairunas saat bertemu dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta, Senin (29/6/2026).
Khairunas menjelaskan, pemerintah daerah telah menyelesaikan berbagai persiapan yang dibutuhkan. Mulai dari penyediaan lahan sekitar 11 hektare yang siap dihibahkan, penyelesaian dokumen pendukung, proses pembersihan lokasi pembangunan, hingga pendataan calon peserta didik.
"Seluruh persyaratan yang diminta sudah kami penuhi. Lahan telah tersedia, dokumen administrasi selesai, proses pembersihan lahan terus berjalan, dan pendataan calon siswa juga sedang dilakukan. Kami berharap Kementerian Sosial dapat segera merealisasikan pembangunan Sekolah Rakyat di Solok Selatan," ujarnya.
Untuk mendukung pembangunan tersebut, Pemkab Solok Selatan telah menyiapkan lahan seluas 11,28 hektare di kawasan Golden Arm, Kecamatan Sangir. Saat ini, proses land clearing masih berlangsung guna memastikan lokasi siap digunakan untuk pembangunan sekolah.
Selain penataan lahan, pemerintah daerah juga menyiapkan infrastruktur pendukung, termasuk penyediaan akses air bersih. Fasilitas ini dinilai penting karena Sekolah Rakyat nantinya menerapkan sistem pendidikan berasrama sehingga siswa akan tinggal di lingkungan sekolah.
Di sisi lain, proses pendataan calon siswa juga terus dilakukan. Peserta didik yang akan diterima merupakan anak-anak dari keluarga miskin maupun miskin ekstrem yang telah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan berharap Kementerian Sosial segera memberikan persetujuan sehingga pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera dimulai.
Khairunas menegaskan, percepatan pembangunan sekolah tersebut akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam membuka akses pendidikan yang lebih baik bagi keluarga prasejahtera.
Sebagai informasi, Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan gratis berbasis asrama yang digagas pemerintah melalui Kementerian Sosial. Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, dengan seluruh biaya pendidikan dan kebutuhan hidup ditanggung pemerintah mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Melalui program ini, pemerintah menargetkan peningkatan kualitas pendidikan sekaligus membantu memutus rantai kemiskinan ekstrem di Indonesia. (alwis)


