Tanah Datar, Rakyatterkini.com – Ketua TP PKK Tanah Datar, Ny. Lise Eka Putra, mendapat kehormatan membacakan karya sastra berjudul 'Di Seberang Matahari' karya Bundo Prof. Puti Reno Raudah Thaib dalam rangka pembukaan Festival Minangkabau 2026.
Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, di Istano Basa Pagaruyung, Kamis (25/6/2026).
Karya yang dibacakan mengangkat nilai-nilai luhur adat Minangkabau sekaligus menggambarkan sosok perempuan Minang yang tidak hanya mewarisi kebesaran budaya, tetapi juga menghadirkan pemikiran, ilmu pengetahuan, dan keteladanan bagi generasi penerus.
Dalam pembacaan puisi tersebut, Ny. Lise menyampaikan 'Di Seberang Matahari' bukan sekadar rangkaian bait indah, melainkan sebuah refleksi tentang pentingnya menjaga amanah dan nilai-nilai yang diwariskan oleh para leluhur.
Menurutnya, rumah pusaka bukan hanya bangunan yang berdiri karena kekuatan kayu dan indahnya ukiran, tetapi menjadi simbol tempat bertumbuhnya nilai kehidupan, janji yang dijaga, serta identitas yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
"Setiap bait dalam karya ini mengingatkan kita rumah merupakan tempat menjaga nilai, memelihara amanah, dan meneruskan jati diri. Rumah pusaka akan tetap tegak bukan semata karena usianya, melainkan karena masih ada hati yang setia merawat makna yang terkandung di dalamnya," ungkap Ny. Lise.
Istri Bupati Tanah Datar tersebut juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Bundo Puti Reno Raudah Thaib atas karya yang dinilainya mampu mengajak masyarakat kembali memahami akar budaya, menghormati leluhur, serta menyiapkan warisan terbaik bagi anak cucu.
Ia berharap semangat dan nilai-nilai luhur adat Minangkabau terus hidup dan berkembang, tidak hanya di lingkungan rumah gadang, tetapi juga tertanam dalam kehidupan setiap generasi.
"Rumah yang paling kokoh bukanlah rumah yang paling megah, melainkan rumah yang tetap memegang teguh amanah," tuturnya.
Ny. Lise pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga warisan budaya Minangkabau melalui ilmu pengetahuan, akhlak mulia, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. (farid)


