Notification

×

Iklan

Pesawat Hercules AS Tinggalkan BIM Usai Dua Pekan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:49 WIB Last Updated 2026-06-06T13:55:23Z

Pesawat Hercules US Navy tinggalkan BIM.

Padang, Rakyatterkini.com – Pesawat militer jenis Lockheed C-130T Hercules milik Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan telah meninggalkan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 13.31 WIB. 

Pesawat tersebut diketahui melanjutkan penerbangan menuju Pangkalan Udara Paya Lebar di Singapura.

Informasi keberangkatan ini disampaikan oleh seorang pengguna Instagram yang mengaku sebagai petugas pengatur lalu lintas udara (ATC) di BIM melalui akun pribadinya @zoeh_rhy. 

Dalam unggahannya, ia juga mengungkapkan apresiasi terhadap tingginya perhatian masyarakat Sumatera Barat yang menunjukkan kepedulian serta semangat nasionalisme saat mengetahui adanya pesawat asing di wilayah Indonesia.

Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi, khususnya di ruang udara Indonesia maupun secara global. Selain itu, ia juga mendorong agar masyarakat terus menyuarakan keresahan terkait dunia penerbangan agar dapat menjadi perhatian bersama.

Ditekankan pentingnya transparansi informasi dari pihak berwenang. Menurutnya, sebagai pihak yang bertugas menjaga lalu lintas udara, ATC memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan kondisi sebenarnya agar tidak terjadi hal mencurigakan yang luput dari pengawasan, karena hal tersebut dapat menjadi tanda bahaya.

Sebelumnya, pesawat Hercules milik Angkatan Laut AS itu melakukan pendaratan darurat di Bandara Minangkabau pada 25 Mei 2026. Pesawat tersebut sempat berada di wilayah Padang Pariaman selama hampir dua pekan guna menunggu pengiriman suku cadang sekaligus proses perbaikan.

Pada 1 Juni 2026, pesawat tersebut juga sempat menjalani uji terbang di wilayah udara Sumatera Barat. Kegiatan tersebut sempat ramai diperbincangkan di media sosial dan memunculkan berbagai spekulasi dari masyarakat.

Setelah dinyatakan aman dan layak terbang, pesawat akhirnya lepas landas pada 5 Juni 2026 dan meninggalkan wilayah Indonesia. Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari TNI Angkatan Udara maupun Kementerian Pertahanan mengenai penyebab pasti pendaratan darurat tersebut.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update