Jakarta, Rakyatterkini.com – Warga Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, digegerkan oleh aksi perampokan yang terjadi pada Kamis (18/6/2026). Dalam kejadian tersebut, komplotan pelaku berhasil membawa kabur uang tunai sekitar Rp850 juta milik seorang agen perbankan bernama Tohir.
Peristiwa bermula ketika korban baru saja melakukan penarikan uang dalam jumlah besar di salah satu kantor cabang bank daerah di wilayah Jatibarang, Indramayu. Setelah keluar dari bank, korban tanpa disadari telah diikuti oleh dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor.
Setibanya di Desa Guwa Kidul, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, korban sempat menghentikan mobilnya untuk membeli air mineral di sebuah warung pinggir jalan. Saat itulah pelaku memanfaatkan situasi. Mereka memarkir sepeda motor sekitar 100 meter dari lokasi mobil korban, lalu mendekat secara perlahan.
Karena pintu mobil tidak terkunci rapat, pelaku dengan cepat membuka pintu sisi kiri kendaraan dan mengambil tas berisi uang tunai Rp850 juta yang berada di kursi depan. Setelah berhasil mengambil barang tersebut, keduanya langsung kabur dengan kecepatan tinggi menggunakan sepeda motor.
Korban baru menyadari kejadian itu ketika melihat pintu mobil sudah terbuka dan tas uangnya telah hilang. Sontak, Tohir berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Mendengar teriakan tersebut, warga dan pengguna jalan langsung berusaha mengejar pelaku yang melarikan diri. Namun dalam upaya pelarian, pelaku justru menghamburkan sebagian uang ke jalan. Aksi ini membuat warga berhenti dan berusaha memungut uang yang berserakan, sehingga pengejaran menjadi kacau dan pelaku berhasil meloloskan diri ke arah perbatasan wilayah hukum.
Rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik pelarian pelaku sambil dikejar warga kemudian beredar luas di media sosial dan menjadi viral.
Pihak kepolisian dari Polsek Kaliwedi bersama Satreskrim Polresta Cirebon segera turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan situasi. Aparat juga memberikan imbauan kepada warga agar tidak mengambil uang yang diduga berasal dari hasil kejahatan tersebut, serta berupaya mengumpulkan kembali uang yang sempat tercecer.
Seorang warga Desa Guwa Kidul, Maksuma, mengatakan bahwa awalnya tidak ada yang mencurigakan dari pelaku hingga aksi perampokan terjadi secara tiba-tiba dan sangat cepat.
Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan bahwa kasus ini telah ditangani oleh Satreskrim Polresta Cirebon. Penyidik masih melakukan pendalaman dengan memeriksa saksi-saksi, menelusuri rekaman CCTV di sepanjang rute pelarian, serta berkoordinasi dengan pihak bank tempat korban melakukan penarikan uang untuk mengungkap identitas dan jaringan pelaku.(da*)


