Notification

×

Iklan

Pasar Tanah Kongsi Disiapkan Jadi Ikon Wisata Kuliner Padang

Senin, 29 Juni 2026 | 07:42 WIB Last Updated 2026-06-29T02:43:58Z

Suasana Pasar Tanah Kongsi, kota Padang.


Padang, Rakyatterkini.com - Kota Padang terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat citranya sebagai salah satu destinasi wisata kuliner terbaik di Sumatera Barat. 

Salah satu program yang sedang diprioritaskan adalah pengembangan Pasar Tanah Kongsi menjadi pusat wisata gastronomi yang terintegrasi dengan kawasan bersejarah Kota Tua Padang.

Kepala UPTD Pasar Tanah Kongsi Dinas Perdagangan Kota Padang, Masrizal Raba'is, mengatakan pengembangan pasar tersebut difokuskan pada dua aspek utama, yakni mengangkat kekayaan kuliner khas daerah sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas pasar melalui penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Menurutnya, Pasar Tanah Kongsi memiliki daya tarik yang tidak dimiliki pasar lain karena menyajikan ragam kuliner hasil perpaduan berbagai budaya yang telah hidup berdampingan selama bertahun-tahun.

"Pasar Tanah Kongsi menawarkan beragam makanan khas yang sulit ditemukan di pasar lainnya. Kuliner tersebut berasal dari empat kelompok etnis, yaitu Minang, Tionghoa, India, dan Nias," ujar Masrizal.

Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan, pengelola pasar telah melakukan berbagai pembenahan, termasuk menata ulang lapak para pedagang.

Penataan tersebut mengikuti ketentuan SNI 8152:2015 tentang Pasar Rakyat. Proses penerapan standar nasional telah dimulai sejak 2024 dan berhasil memperoleh sertifikat resmi pada 2025.

Masrizal menjelaskan seluruh aktivitas pengelolaan pasar kini mengacu pada standar tersebut. Mulai dari sistem kebersihan, keamanan, hingga pengaturan zona perdagangan telah disesuaikan dengan pedoman yang berlaku.

Selanjutnya, pihak UPTD juga berencana memperluas promosi dengan menggandeng sektor pariwisata. Kolaborasi tersebut dinilai sangat strategis karena Pasar Tanah Kongsi berada dalam kawasan Kota Tua Padang yang memiliki nilai sejarah tinggi.

"Kami ingin potensi wisata kuliner di Pasar Tanah Kongsi dapat dipadukan dengan pengembangan kawasan wisata Kota Tua sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan," katanya.

Pemerintah Kota Padang juga terus mempercepat penataan kawasan Kota Tua agar menjadi lingkungan yang lebih tertata, menarik, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Sebagai bentuk keseriusan, Camat Padang Barat Diko Riva Utama bersama Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Fizlan Setiawan dan Anggota Komisi I DPRD Kota Padang Iswanto Kwara turun langsung meninjau kondisi Pasar Tanah Kongsi.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pembahasan yang sebelumnya dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang.

Diskusi itu melibatkan berbagai pihak, mulai dari DPRD, Dinas PUPR, pemerintah kecamatan, hingga lurah setempat. Fokus pembahasan meliputi penataan Pasar Tanah Kongsi sebagai pusat kuliner multietnis sekaligus normalisasi aliran Kali Mati di Berok Nipah guna mengurangi risiko banjir.

Diko Riva Utama menjelaskan pemerintah telah menyiapkan rencana revitalisasi prioritas untuk periode 2025–2026. Program tersebut mengusung konsep Tanah Kongsi sebagai kawasan gastronomi sekaligus warisan budaya multietnis.

Ia menilai kawasan tersebut memiliki nilai sejarah yang sangat penting karena menjadi satu-satunya lokasi di Kota Padang yang masih mempertahankan perpaduan budaya Minang, Tionghoa, dan Nias secara autentik sejak abad ke-19.

Sebagai bagian dari upaya mendukung pencalonan Kota Padang ke dalam UNESCO Creative Cities Network kategori gastronomi, pemerintah telah menyiapkan sejumlah program prioritas. 

Di antaranya penataan tampilan bangunan, pemasangan pencahayaan bernuansa heritage, pembangunan pusat informasi gastronomi berbasis digital, penyusunan jalur wisata kuliner atau gastro trail, hingga pembinaan dan inkubasi bagi pelaku UMKM.

Selain memperkuat sektor pariwisata, revitalisasi kawasan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan dukungan investasi yang telah disiapkan, pemerintah menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mencapai belasan ribu orang setiap bulan pada tahun pertama pelaksanaan program.

Proyek tersebut diperkirakan akan meningkatkan perputaran ekonomi lokal sekaligus membantu puluhan pelaku UMKM kuliner memperoleh sertifikasi standar pelayanan sehingga mampu bersaing di sektor pariwisata. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update