Notification

×

Iklan

Mahyeldi: Budaya Jadi Kekuatan Pariwisata dan Ekonomi Sumbar

Jumat, 26 Juni 2026 | 06:49 WIB Last Updated 2026-06-26T00:26:09Z

Pembukaan Festival Minangkabau 2026 di Istano Basa Pagaruyung

Batusangkar, Rakyatterkini.com– Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa budaya tidak hanya menjadi pe ninggalan sejarah, tetapi juga merupakan aset penting untuk masa depan. 

Menurutnya, kekayaan budaya dapat menjadi motor penggerak sektor pariwisata, ekonomi kreatif, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahyeldi saat membuka secara resmi Festival Minangkabau 2026 yang digelar di Istano Basa Pagaruyung dan Lapangan Cindua Mato, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (25/6/2026).

Festival Minangkabau tahun ini kembali menjadi bagian dari agenda nasional Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Keikutsertaan tersebut menjadikan festival sebagai salah satu kegiatan strategis dalam upaya melestarikan budaya Minangkabau sekaligus memperkuat daya tarik wisata Sumatera Barat.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menyebut Festival Minangkabau sebagai wadah yang menghubungkan sejarah, kondisi saat ini, dan masa depan. 

Ia menilai kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi acara tahunan, melainkan media untuk menjaga identitas budaya, memperkokoh jati diri masyarakat, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan leluhur.

Ia mengatakan Tanah Datar, yang dikenal sebagai Luhak Nan Tuo, memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah dan perkembangan budaya Minangkabau. Karena itu, penyelenggaraan festival di daerah tersebut memiliki makna yang sangat besar dalam menjaga kelestarian nilai-nilai budaya.

Festival Minangkabau 2026 menghadirkan berbagai atraksi budaya, di antaranya pawai budaya, pertunjukan tari tradisional, arak-arakan jamba, makan bajamba, permainan tradisional anak nagari, pameran benda pusaka, promosi desa wisata, pameran produk UMKM dan ekonomi kreatif, hingga beragam pertunjukan seni khas Minangkabau.

Menurut Mahyeldi, beragam kegiatan tersebut membuktikan bahwa budaya Minangkabau terus hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Oleh sebab itu, pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, niniak mamak, bundo kanduang, para seniman, pelaku UMKM, insan pariwisata, serta seluruh masyarakat yang terlibat dalam menyukseskan festival tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata RI atas dukungan yang diberikan melalui program Karisma Event Nusantara.

Mahyeldi menilai keberhasilan Festival Minangkabau masuk dalam kalender KEN selama enam kali berturut-turut menjadi bukti bahwa budaya lokal yang dikelola secara profesional mampu menjadi sarana promosi daerah sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pariwisata berbasis budaya harus mampu menghadirkan manfaat nyata, seperti meningkatnya aktivitas UMKM, berkembangnya usaha kuliner, tingginya tingkat hunian penginapan, bergairahnya sektor transportasi, hingga terbukanya ruang berkarya bagi generasi muda. 

Menurutnya, inilah konsep pariwisata yang terus dikembangkan Pemerintah Provinsi Sumbar.

Mahyeldi juga mengungkapkan bahwa sektor pariwisata memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Pada triwulan pertama 2026, ekonomi Sumatera Barat tumbuh sebesar 5,02 persen atau lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. 

Peningkatan jumlah wisatawan domestik maupun mancanegara menjadi salah satu faktor yang mendukung capaian tersebut.

Selain terus memperkuat penyelenggaraan berbagai festival budaya, Pemprov Sumbar juga memaksimalkan promosi digital melalui kolaborasi dengan sejumlah influencer untuk mengenalkan destinasi wisata serta kekayaan budaya daerah kepada masyarakat nasional maupun internasional.

Di sisi lain, Kepala Biro Data dan Sistem Informasi Kementerian Pariwisata, Nova Arisne, yang hadir mewakili Menteri Pariwisata RI, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Festival Minangkabau 2026. 

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempercepat kebangkitan sektor pariwisata Sumatera Barat sekaligus memperkenalkan budaya Minangkabau sebagai daya tarik wisata dan ekonomi kreatif yang memiliki daya saing di tingkat global.

Sementara itu, Bupati Tanah Datar, Eka Putra, mengatakan Festival Minangkabau merupakan ajang untuk kembali mengenalkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal kepada masyarakat luas, termasuk dunia internasional.

 Ia mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu membangkitkan sektor budaya dan pariwisata Tanah Datar pascabencana dengan tetap berpegang pada falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah sebagai dasar menjaga dan mengembangkan warisan budaya Minangkabau.

Menurutnya, melalui penyelenggaraan festival di kawasan Istano Basa Pagaruyung, Tanah Datar ingin menunjukkan kepada Indonesia maupun dunia bahwa Minangkabau memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam dan tetap berlandaskan pada nilai-nilai adat serta ajaran agama yang menjadi pedoman kehidupan masyarakat. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update