Notification

×

Iklan

Kodam Selidiki Kasus Peluru Nyasar di Area UNP

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:45 WIB Last Updated 2026-06-03T10:45:00Z

Kepala Penerangan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav Taufiq.

Padang, Rakyatterkini.com – Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait insiden yang mengakibatkan dua warga menjadi korban peluru nyasar di area Kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (2/6/2026) sore.

Peristiwa ini menjadi perhatian setelah dua warga dilaporkan mengalami luka akibat proyektil yang belum diketahui asal-usulnya secara pasti.

Kepala Penerangan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav Taufiq, membenarkan adanya kejadian tersebut ketika dikonfirmasi awak media pada Selasa malam.

Ia menyampaikan dua orang warga menjadi korban dalam insiden yang terjadi di sekitar lingkungan kampus tersebut, dan keduanya telah segera mendapatkan penanganan medis.

Namun hingga kini, pihak Kodam belum dapat memastikan apakah proyektil yang mengenai korban berasal dari kegiatan latihan menembak yang sedang berlangsung atau dari sumber lain.

“Benar telah terjadi insiden yang menyebabkan dua warga terkena peluru nyasar. Akan tetapi, sampai saat ini belum dapat dipastikan apakah proyektil tersebut berasal dari peluru personel Kodam yang sedang latihan atau bukan,” ujar Kolonel Taufiq.

Ia menjelaskan pada waktu yang hampir bersamaan, personel Yonif TP 897/Singgalang memang tengah melaksanakan latihan menembak menggunakan senjata laras panjang. Kegiatan tersebut merupakan latihan rutin yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari.

Meski demikian, Kodam menegaskan belum ingin menarik kesimpulan sebelum seluruh data dan fakta di lapangan terkumpul secara lengkap.

Saat ini, tim investigasi masih melakukan pendalaman untuk menelusuri kronologi kejadian, termasuk memeriksa area latihan serta lokasi korban terkena proyektil.

“Proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti dari peristiwa ini,” tambahnya.

Di sisi lain, Kodam memastikan penanganan terhadap korban menjadi prioritas utama. Salah satu korban masih menjalani operasi untuk mengeluarkan proyektil yang bersarang di tubuhnya, sementara korban lainnya telah mendapat perawatan medis.

Berdasarkan informasi awal, jarak antara lokasi latihan menembak dan titik kejadian diperkirakan sekitar 800 meter. Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol berjanji akan menyampaikan hasil investigasi secara terbuka kepada publik setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update
-->