Notification

×

Iklan

Kisaran Upah Tukang Bangunan 2026 di Indonesia

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:45 WIB Last Updated 2026-06-04T18:45:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Upah pekerja bangunan dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, terutama pada sistem pembayaran harian. Lalu, berapa perkiraan upah tukang bangunan pada tahun 2026?

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa dalam dunia konstruksi terdapat dua sistem pembayaran utama. Berdasarkan unggahan akun Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tukang harian adalah pekerja yang dibayar berdasarkan jumlah hari kerja. Perhitungannya dilakukan dengan mengalikan jumlah hari kerja per pekerja sesuai tugas yang diberikan.

Sementara itu, tukang borongan merupakan pekerja yang menerima bayaran berdasarkan hasil penyelesaian proyek dalam jangka waktu tertentu. Besaran upahnya ditentukan sejak awal berdasarkan kesepakatan antara pekerja dan pemberi pekerjaan.

Menurut kontraktor Rebwild Construction, Wildan, saat ini upah tukang harian di Jakarta mengalami kenaikan sekitar 15–20 persen. Besarannya kini berada di kisaran Rp230.000 hingga Rp240.000 per orang per hari. Adapun untuk sistem borongan, nominalnya sangat bergantung pada jenis dan skala pekerjaan yang ditangani.

“Kalau borongan tergantung jenis pekerjaannya. Untuk harian naik sekitar 15–20 persen. Dulu sekitar Rp200 ribu, sekarang menjadi Rp230–240 ribu di Jakarta,” ujar Wildan, Senin (1/6/2026).

Ia juga menambahkan, untuk pekerja tambahan seperti helper atau kenek, upah harian berada di kisaran Rp190.000 hingga Rp200.000 per orang.

Di sisi lain, Direktur Mortar Indonesia sekaligus praktisi konstruksi, Taufiq Hidayat, menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada kenaikan signifikan pada upah tukang harian secara umum. Ia menjelaskan, kisaran upah masih berada di angka Rp170.000 hingga Rp270.000 per hari, tergantung keahlian dan jenis pekerjaan.

Menurutnya, tingkat keahlian sangat memengaruhi besaran upah. Tukang dengan keterampilan khusus atau kemampuan serba bisa biasanya mendapatkan bayaran lebih tinggi dibandingkan pekerja lainnya.

“Setiap tukang punya tarif berbeda. Semakin ahli dan memiliki banyak keterampilan, biasanya upahnya juga lebih tinggi,” jelas Taufiq.

Untuk sistem borongan, besaran upah juga sangat dipengaruhi oleh nilai proyek serta harga material bangunan yang cenderung berubah-ubah di pasaran.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update