Notification

×

Iklan

Ketegangan Iran-AS Redam Harga Minyak Global

Jumat, 05 Juni 2026 | 15:37 WIB Last Updated 2026-06-05T08:37:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Harga minyak dunia mengalami penurunan sekitar 3% pada penutupan perdagangan Kamis (4/6). Pelemahan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan tidak ingin kembali melanjutkan konflik berskala penuh dengan Iran.

Menurut sejumlah pejabat AS yang tidak disebutkan namanya kepada The Wall Street Journal dan dikutip CNBC, Trump disebut menyampaikan kepada para penasihatnya bahwa gencatan senjata yang sudah berlangsung selama beberapa minggu dengan Iran masih tetap berlaku, meski masih terjadi beberapa bentrokan kecil di lapangan.

Kabar tersebut langsung memengaruhi pasar minyak global. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat turun 3,1% dan ditutup di level US$ 93,04 per barel. Sementara itu, minyak Brent yang menjadi acuan internasional juga melemah 2,8% dan berakhir di US$ 95,03 per barel.

Meski demikian, laporan lain menyebut Trump masih membuka kemungkinan mengakhiri gencatan senjata jika Iran sampai menewaskan pasukan Amerika Serikat. Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar tersebut.

Seorang pejabat Gedung Putih menegaskan bahwa meskipun Trump lebih memilih jalur diplomasi, ia tetap akan memberikan respons tegas jika Iran menolak mencapai kesepakatan damai.

Di sisi lain, situasi gencatan senjata disebut sempat berada di ambang kegagalan pada awal pekan ini. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran menghentikan pembicaraan dengan Amerika Serikat sebagai respons atas operasi militer Israel di Lebanon. Iran sendiri diketahui mendukung kelompok Hizbullah yang aktif melakukan serangan ke wilayah Israel.

Sementara itu, Israel dan Lebanon pada Rabu (3/6) sepakat menjalankan gencatan senjata yang diharapkan dapat membuka peluang lanjutan dialog antara AS dan Iran. Namun, keberlangsungan kesepakatan tersebut masih diragukan karena Hizbullah beroperasi secara independen dari pemerintah Lebanon di Beirut.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa pelucutan senjata Hizbullah serta demiliterisasi Lebanon menjadi hal yang harus dilakukan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update