Notification

×

Iklan

Keributan di Tanah Abang Berujung Perusakan Fortuner

Senin, 08 Juni 2026 | 03:18 WIB Last Updated 2026-06-07T20:18:00Z

Mobil Fortuner dihancurkan massa di Tanah Abang.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kepolisian mengungkap kronologi awal insiden keributan yang berujung pada aksi perusakan mobil Toyota Fortuner di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

Peristiwa tersebut diketahui bermula dari tindakan pengemudi Fortuner yang terus-menerus membunyikan klakson hingga memicu perselisihan dengan pengguna jalan lain.

Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, menjelaskan bahwa pengemudi mobil merasa jalannya terhalang, sehingga ia membunyikan klakson berulang kali. Tidak berhenti di situ, pengemudi tersebut juga memepet pengendara sepeda motor sambil melontarkan kata-kata kasar.

Tak lama kemudian, dua orang pengendara motor datang dan menegur pengemudi Fortuner. Teguran tersebut justru memperkeruh situasi hingga terjadi adu mulut di lokasi kejadian.

Situasi semakin memanas ketika salah satu pengendara motor diduga sengaja menabrakkan kendaraannya ke mobil Fortuner yang terus melaju. Sambil berteriak “tabrak lari”, pengendara motor tersebut memancing perhatian pengguna jalan lain untuk ikut mengejar mobil tersebut.

Aksi kejar-kejaran pun terjadi, hingga akhirnya massa semakin banyak dan melakukan perusakan terhadap kendaraan. Mobil Fortuner tersebut kemudian berhasil dihentikan di tengah perjalanan.

Keributan kembali terjadi saat mobil berhenti, yang menyebabkan adanya korban luka serta kerusakan pada kendaraan. Pengemudi Fortuner kemudian melarikan diri ke arah Tanah Abang, namun akhirnya berhenti di lokasi dengan kondisi mobil sudah rusak parah dan dirinya mengalami luka di bagian kepala.

Untuk meredam situasi agar tidak semakin memanas, Bhabinkamtibmas Kebon Kacang, Aiptu Suhartono, segera mengamankan pengemudi beserta mobilnya ke Polsek Metro Tanah Abang.

Namun, setibanya di kantor polisi, pengemudi tersebut menunjukkan sikap tidak kooperatif. Ia menjawab pertanyaan secara tidak jelas, masih dalam keadaan emosi, serta menolak membuat laporan, menjalani visum, maupun mendapatkan perawatan medis. Ia juga tidak bersedia memberikan pernyataan terkait kejadian tersebut.

Tidak lama kemudian, pihak keluarga pengemudi datang ke Polsek Metro Tanah Abang. Mereka kemudian membawa pulang yang bersangkutan beserta kendaraan untuk ditangani secara pribadi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update