Notification

×

Iklan

Kemhan Ganti Nama Latsarmil Jadi Pembekalan Bela Negara

Selasa, 30 Juni 2026 | 00:19 WIB Last Updated 2026-06-29T21:15:12Z

Kemhan mengganti nama pendidikan calon manajer program KDKMP dan KNMP 

Jakarta, Rakyatterkini.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi mengubah nama program pendidikan bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Program yang sebelumnya disebut latihan dasar militer (latsarmil) kini berganti menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial.

Perubahan tersebut dilakukan setelah pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, menyusul adanya insiden yang menyebabkan lima peserta meninggal dunia selama mengikuti pendidikan.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan bahwa perubahan nama sekaligus menjadi bagian dari penyesuaian konsep pelatihan agar lebih sesuai dengan tujuan program.

"Terminologi maupun pelaksanaan kegiatan kini diarahkan menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial, sehingga tidak lagi menggunakan istilah latihan dasar militer," ujar Rico saat memberikan keterangan kepada media, Senin (29/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa materi yang berkaitan dengan taktik dan teknis kemiliteran telah dikurangi secara signifikan. Salah satu kegiatan yang tidak lagi dimasukkan dalam program adalah latihan menembak.

Selain itu, aktivitas fisik peserta juga disesuaikan dengan kondisi dan latar belakang mereka sebagai warga sipil, sehingga intensitas latihan tidak seberat sebelumnya.

Rico juga menegaskan bahwa foto maupun video latihan menembak yang beredar luas di media sosial merupakan dokumentasi kegiatan sebelum evaluasi terbaru diberlakukan. Dengan demikian, aktivitas tersebut sudah tidak lagi menjadi bagian dari kurikulum pelatihan yang sedang berjalan.

Menurutnya, fokus utama program saat ini adalah membentuk karakter peserta melalui penanaman disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, wawasan kebangsaan, serta kemampuan manajerial. Bekal tersebut diharapkan dapat mempersiapkan para peserta untuk mengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih maupun Koperasi Nelayan Merah Putih setelah menyelesaikan pendidikan.

Berdasarkan data Kementerian Pertahanan, lima peserta yang meninggal dunia selama mengikuti program pendidikan tersebut adalah Yonanda Muhammad Taufiq yang wafat pada 17 Juni 2026, Anisa Muyassaroh pada 18 Juni 2026, Novia Rahmadhani Sihotang pada 22 Juni 2026, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan pada 26 Juni 2026, serta Nola Dya Sari yang juga meninggal pada 26 Juni 2026.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update