Notification

×

Iklan

Kematian Aminah Boyolali Masih Misterius, Polisi Lakukan Autopsi

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:16 WIB Last Updated 2026-06-03T09:16:00Z

Tim dokter forensik bersama Satreskrim Polres Boyolali saat ekshumasi makam Aminah

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kematian Aminah, warga Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, masih menyisakan tanda tanya bagi pihak keluarga. Korban diduga meninggal dunia setelah mengonsumsi sate ayam yang dikirim oleh seseorang yang belum diketahui identitasnya.

Untuk mengungkap penyebab pasti kematian tersebut, Satreskrim Polres Boyolali bersama tim dokter forensik Bidokkes Polda Jawa Tengah melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam korban di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sindon pada akhir Mei 2026, sebagaimana dikutip iNews.id.

Langkah ini diambil setelah pihak keluarga melaporkan dugaan adanya kematian yang tidak wajar. Autopsi pun dilakukan guna memastikan penyebab kematian secara medis.

Peristiwa bermula ketika Aminah ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada 19 Mei 2026. Saat itu, keluarga belum mencurigai adanya hal yang tidak biasa sehingga jenazah langsung dimakamkan.

Namun beberapa hari setelah pemakaman, keluarga mulai menemukan sejumlah kejanggalan. Di antaranya terdapat bekas muntahan pada pakaian korban serta perubahan warna pada area mulut dan telinga yang tampak kebiruan.

Keluarga juga mendapat informasi bahwa sehari sebelum meninggal, korban sempat menerima dan menyantap makanan berupa sate ayam yang dikirim melalui layanan ojek daring oleh pengirim yang tidak dikenal.

Kuasa hukum keluarga, Wiwik Dwi Hapsari, menyampaikan bahwa pihak keluarga tidak ingin berspekulasi, namun merasa ada kejanggalan yang perlu diungkap secara jelas.

“Orang tua klien kami meninggal dalam kondisi yang menimbulkan tanda tanya, bukan dalam bentuk kecurigaan berlebihan, tetapi ada hal-hal yang dianggap tidak wajar,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Ia menambahkan bahwa keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan forensik untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

“Sehari sebelum meninggal, korban diketahui mengonsumsi makanan dari orang yang tidak dikenal. Kami masih menunggu hasil autopsi,” tambahnya.

Merasa ada kejanggalan, keluarga kemudian melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian melalui kuasa hukum. Laporan itu menjadi dasar dilakukannya ekshumasi dan autopsi.

Polres Boyolali membenarkan adanya laporan dugaan kematian tidak wajar tersebut. Laporan diterima pada 25 Mei 2026, sekitar satu minggu setelah korban dimakamkan.

Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra menyebutkan bahwa pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan bukti pendukung lainnya sebelum menarik kesimpulan.

“Kami menunggu hasil pemeriksaan dan alat bukti yang ada. Karena kejadian sudah beberapa hari berlalu, semuanya masih perlu dipastikan,” jelasnya.

Saat olah tempat kejadian perkara (TKP), kondisi rumah korban sudah dalam keadaan bersih sehingga barang bukti yang bisa diamankan cukup terbatas.

Salah satu barang bukti yang diamankan polisi adalah pakaian korban saat ditemukan meninggal dunia, yang kini akan diperiksa lebih lanjut.

Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa delapan orang saksi untuk mengurai kronologi sebelum korban meninggal dunia. Terkait dugaan keracunan dari sate ayam tersebut, pihak kepolisian belum dapat memastikan apa pun dan masih menunggu hasil autopsi serta uji laboratorium forensik.

Polisi menegaskan bahwa kesimpulan akhir akan disampaikan setelah seluruh hasil pemeriksaan dan bukti lengkap. Hasil forensik diharapkan dapat mengungkap penyebab kematian Aminah sekaligus memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam kasus tersebut.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update