Notification

×

Iklan

IMLF ke-4 Bukittinggi Diramaikan Delegasi 38 Negara

Kamis, 04 Juni 2026 | 13:33 WIB Last Updated 2026-06-04T07:00:49Z

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menghadiri kegiatan Gala Dinner IMLF ke-4 

Bukittinggi, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota Bukittinggi berhasil menyelenggarakan gala dinner International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 yang sekaligus dirangkaikan dengan peringatan 100 tahun Jam Gadang (1926–2026).

Acara yang digelar megah di halaman Balai Kota Bukittinggi pada Rabu (3/6) tersebut menjadi perhatian internasional dan menunjukkan peran aktif daerah dalam diplomasi budaya di tingkat global.

Festival budaya dan literasi berskala internasional yang akan berlangsung hingga 7 Juni 2026 ini diikuti oleh delegasi dari 38 negara. 

Peserta datang dari berbagai kawasan dunia, di antaranya Australia, Brunei Darussalam, Tiongkok, Kolombia, Kosta Rika, Denmark, Jerman, India, Iran, Italia, Jepang, Kazakhstan, Malaysia, Meksiko, Myanmar, Nepal, Palestina, Rusia, Singapura, Spanyol, Sudan, Thailand, Vietnam, hingga Yaman.

Gala dinner berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan seni, seperti tari tradisional, pembacaan karya sastra lintas bahasa, hingga penampilan musik dari berbagai negara. 

Puncak acara ditandai dengan pembukaan resmi IMLF ke-4 dan peringatan 100 tahun Jam Gadang oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, yang dilanjutkan dengan pemukulan gong oleh Kapolda Sumbar sebagai simbol peresmian kegiatan.

Bagi Kota Bukittinggi, momentum ini memiliki nilai sejarah yang penting. Wali Kota Bukittinggi, Muhammad Ramlan Nurmatias, menyampaikan bahwa peringatan satu abad Jam Gadang yang dibangun pada 1926 sebagai hadiah dari Ratu Wilhelmina ini menjadi yang pertama kali digagas oleh pemerintah daerah. 

Ia menegaskan kegiatan tersebut bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga bagian dari upaya pelestarian warisan budaya yang dapat mendorong sektor pariwisata.

Menurutnya, Jam Gadang merupakan ikon bersejarah yang memiliki kemiripan dengan Big Ben di London. Meski berada di wilayah rawan gempa, bangunan tersebut tetap kokoh berdiri hingga kini. 

Ia menilai Jam Gadang bukan hanya simbol budaya dan sejarah, tetapi juga menjadi pusat kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Bukittinggi.

Pemerintah Kota Bukittinggi juga telah menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan peringatan satu abad ikon tersebut, seperti penanaman 1.000 pohon, festival randai, pertunjukan seni tradisional, seminar, parade 1.000 perempuan berpakaian Minang, parade 100 penyair dunia, pembacaan puisi, diskusi pariwisata dan ekonomi kreatif, serta berbagai kegiatan literasi yang melibatkan peserta internasional.

Dukungan juga datang dari daerah lain. Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, yang hadir mewakili daerahnya, menyebut peringatan 100 tahun Jam Gadang sebagai momentum penting untuk memperkuat promosi budaya Minangkabau di dunia internasional. Ia menilai pendekatan seni, budaya, dan literasi mampu menjadi jembatan diplomasi antarbangsa.

Ia juga mengapresiasi pelaksanaan IMLF yang menghadirkan delegasi dari 38 negara, karena menjadi kesempatan berharga untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah sekaligus memperkuat hubungan antarbangsa.

“Dengan hadirnya peserta dari berbagai negara, kegiatan ini menjadi ruang untuk bertukar gagasan, berbagi pengalaman, serta memperkuat literasi budaya yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update