Jakarta, Rakyatterkini.com – Fransiskus Surdiasis, anggota Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Jurnalisme Berkualitas, menekankan pentingnya mengembalikan jurnalisme pada tujuan utamanya: melayani kepentingan publik dan menyampaikan kebenaran.
Hal ini disampaikan Fransiskus saat menjadi narasumber pada sesi bertajuk “Reinventing Journalism Menuju Jurnalisme Berkualitas” dalam kegiatan Fellowship on CSR yang diselenggarakan secara kolaboratif oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) dan Tower Bersama Infrastructure Group (TBIG), Rabu (3/6/2026), melalui Zoom Meeting.
Dalam pemaparannya, Fransiskus mengajak para jurnalis untuk menyegarkan kembali pemahaman tentang profesi mereka. Ia menekankan bahwa jurnalisme lahir dari rasa ingin tahu yang tinggi, khususnya untuk menelusuri isu-isu yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Dasar profesi ini adalah rasa ingin tahu. Pertanyaan yang harus selalu diajukan adalah: apa manfaat publik dari isu yang diangkat?” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua isu yang terkait dengan kepentingan publik memiliki dampak yang sama bagi masyarakat. Oleh karena itu, jurnalis perlu menilai urgensi dan efek suatu isu sebelum menjadikannya berita.
Selain kepentingan publik, Fransiskus menekankan pentingnya etika dalam praktik jurnalistik. Menurutnya, etika bukan sekadar aturan perilaku, tetapi juga kerangka berpikir yang membantu jurnalis membuat keputusan yang tepat dan bertanggung jawab.
“Etika menjadi dasar dalam membangun cara berpikir hingga sampai pada sebuah kesimpulan. Ia menjadi fondasi dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.
Fransiskus juga menegaskan bahwa kebebasan pers harus dijalankan dengan tujuan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kebebasan ini tidak bisa dipisahkan dari kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik. Ia menjelaskan bahwa mematuhi kode etik merupakan langkah awal untuk membangun kepercayaan publik sekaligus menciptakan ekosistem pers yang sehat.
“Kebebasan pers harus diarahkan untuk kebaikan masyarakat. Pintu masuknya adalah kepatuhan pada kode etik,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa tugas utama jurnalisme adalah mengungkapkan kebenaran. Media harus mampu menyajikan isu secara proporsional agar publik memperoleh informasi yang akurat dan seimbang.
Melalui kegiatan ini, Fransiskus mengajak seluruh insan pers untuk terus memperkuat komitmen terhadap jurnalisme berkualitas, terutama di tengah tantangan yang dihadapi industri media saat ini.
Fokus pada kepentingan publik, penerapan etika, kebebasan pers yang bertanggung jawab, serta pengungkapan kebenaran menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas dan kredibilitas jurnalisme di Indonesia.(da*)


