Notification

×

Iklan

Fraksi GKIS Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal di Sawahlunto

Kamis, 18 Juni 2026 | 21:45 WIB Last Updated 2026-06-18T14:45:00Z


Sawahlunto, Rakyatterkini.com  – Fraksi GKIS DPRD Kota Sawahlunto menekankan pentingnya kebijakan yang mampu memastikan tenaga kerja lokal terserap secara maksimal, sehingga investasi yang masuk benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat daerah.

Hal tersebut disampaikan dalam pandangan umum Fraksi GKIS terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Sawahlunto Tahun Anggaran 2025 pada Rabu (17/6/2026). 

Juru bicara Fraksi GKIS, Hendri Elvin, menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak bisa hanya dilihat dari besarnya nilai investasi maupun tingkat realisasi anggaran.

Menurutnya, investasi seharusnya mampu memberikan dampak langsung seperti terbukanya lapangan kerja, meningkatnya pendapatan warga, serta menguatnya perekonomian lokal. 

Hal ini juga disoroti saat Fraksi GKIS menilai kinerja Dinas Penanaman Modal, PTSP, dan Tenaga Kerja yang pada tahun anggaran 2025 memperoleh alokasi Rp5,79 miliar dengan realisasi sebesar Rp5,35 miliar atau 92,44 persen.

“Realisasi anggaran tersebut menunjukkan adanya komitmen pemerintah daerah dalam mendukung layanan investasi dan ketenagakerjaan. Namun yang lebih penting adalah memastikan investasi tersebut benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat Sawahlunto,” ujar Hendri Elvin.

Fraksi GKIS menilai hingga saat ini belum ada aturan daerah yang secara khusus dan menyeluruh mengatur prioritas penggunaan tenaga kerja lokal oleh perusahaan yang beroperasi di Kota Sawahlunto. 

Kondisi ini dinilai berpotensi membuat masyarakat setempat belum mendapatkan peluang optimal dalam kegiatan ekonomi yang berkembang.

Untuk itu, Fraksi GKIS mendorong Pemerintah Kota Sawahlunto agar segera menyusun kebijakan, baik dalam bentuk Peraturan Wali Kota maupun regulasi lainnya, yang mengatur pemberdayaan dan prioritas tenaga kerja lokal. 

Kebijakan tersebut diharapkan tetap berlandaskan pada kompetensi, profesionalitas, serta ketentuan hukum yang berlaku.

Selain regulasi, Fraksi GKIS juga meminta agar perusahaan-perusahaan di Sawahlunto memprioritaskan tenaga kerja lokal yang memenuhi kualifikasi. Perusahaan juga diharapkan menyampaikan kebutuhan tenaga kerja kepada pemerintah daerah melalui Dinas Penanaman Modal, PTSP, dan Tenaga Kerja, agar proses rekrutmen lebih transparan dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi warga setempat.

Langkah tersebut dinilai penting agar manfaat investasi tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga langsung dirasakan oleh masyarakat sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Fraksi GKIS turut menyoroti perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan kerja, sertifikasi kompetensi, pemagangan, dan pengembangan keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha.

Program ini dianggap relevan untuk mendukung sektor unggulan Sawahlunto seperti pariwisata, ekonomi kreatif, perdagangan, jasa, UMKM, konstruksi, dan industri kecil yang selama ini menjadi penopang ekonomi daerah.

Hendri Elvin menegaskan bahwa kebijakan penyerapan tenaga kerja lokal yang dirancang secara sistematis akan membawa dampak positif yang luas, mulai dari menekan angka pengangguran, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, hingga memperkuat daya saing tenaga kerja daerah.

Ia juga mengaitkan pentingnya kebijakan tersebut dengan rencana aktivitas pertambangan oleh PT Bukit Asam di kawasan Ombilin, yang dinilai sebagai peluang besar untuk memperluas lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

“Pemerintah harus memastikan setiap investasi yang masuk memberikan kontribusi nyata terhadap penciptaan lapangan kerja. Pembangunan ekonomi tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan angka, tetapi juga harus menghadirkan pemerataan dan keadilan bagi masyarakat,” tegasnya.

Pandangan Fraksi GKIS ini menjadi salah satu catatan penting dalam pembahasan pertanggungjawaban APBD 2025. 

Fraksi berharap arah kebijakan investasi di Kota Sawahlunto ke depan tidak hanya fokus pada peningkatan nilai investasi, tetapi juga pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat melalui terbukanya lapangan kerja dan meningkatnya kesejahteraan warga. (benny)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update