Notification

×

Iklan

Densus 88 dan Astra Latih Eks Napiter Jadi Teknisi AC

Rabu, 03 Juni 2026 | 10:43 WIB Last Updated 2026-06-03T03:43:00Z

29 eks narapidana terorisme dari empat provinsi mengikuti pelatihan 

Padang, Rakyatterkini.com – Densus 88 Antiteror Polri bekerja sama dengan PT Astra International Tbk menggelar pelatihan keterampilan teknisi pendingin udara (AC) bagi mantan narapidana terorisme (napiter). Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai 2 hingga 6 Juni 2026.

Sebanyak 29 peserta dari empat provinsi ikut serta dalam pelatihan ini, yakni 14 orang dari Sumatera Barat, 10 orang dari Sumatera Utara, 4 orang dari Jambi, serta 1 orang dari Riau. Kegiatan dilaksanakan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang di bawah Kementerian Sosial RI.

Kasatgaswil Sumbar Densus 88 AT Polri, Kombes Pol Jim Brilliant Bernes, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan program kolaborasi ketujuh yang telah digelar. Sebelumnya, kegiatan serupa juga sudah dilaksanakan di beberapa daerah seperti Bogor, Solo, Makassar, Palembang, dan Banten.

Ia menegaskan bahwa program ini menjadi wujud kehadiran negara dalam mendukung proses reintegrasi sosial bagi mantan napiter setelah menjalani masa hukuman.

Menurut Jim, penanggulangan terorisme tidak cukup hanya melalui pendekatan hukum, tetapi juga perlu disertai pembinaan serta pemberdayaan ekonomi agar para eks napiter bisa kembali mandiri.

“Penanganan terorisme membutuhkan kerja sama banyak pihak. Hari ini kita melihat sinergi antara Densus 88, pemerintah daerah, Kementerian Sosial, dan PT Astra International dalam memberikan pembekalan bagi mitra reintegrasi kami,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa salah satu kendala utama yang dihadapi mantan napiter setelah bebas adalah sulitnya mendapatkan pekerjaan dan membangun kemandirian ekonomi. Karena itu, pelatihan keterampilan menjadi langkah penting agar mereka memiliki keahlian yang bisa digunakan untuk mencari nafkah dan berkontribusi di masyarakat.

“Kita tidak berhenti pada proses hukum saja, tetapi bagaimana mereka bisa kembali diterima di tengah masyarakat, hidup mandiri, bahkan memberi manfaat bagi lingkungan,” tambahnya.

Jim juga menjelaskan bahwa seluruh peserta telah melalui proses seleksi dan asesmen profesional oleh pihak Astra. Densus 88 hanya mengajukan nama calon peserta dari masing-masing wilayah, sementara keputusan akhir berada di tangan perusahaan.

Selain pelatihan teknisi AC, Densus 88 juga menjalankan berbagai program pemberdayaan lain bersama kementerian dan lembaga, termasuk pelatihan juru sembelih halal yang bekerja sama dengan Kementerian Pertanian.

Sementara itu, Dept Head Strategic Business Intelligence PT Astra International Tbk, Jaka Fernando, mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam berkontribusi bagi masyarakat dan negara.

Ia menyebutkan bahwa pelatihan di Padang ini merupakan batch ketujuh, dengan total hampir 300 peserta yang telah mengikuti program serupa sejak dimulai pada tahun 2023.

“Kami bangga bisa berkolaborasi dengan Densus 88. Hingga saat ini sudah hampir 300 peserta yang mengikuti pelatihan di berbagai daerah,” ujarnya.

Jaka menjelaskan bahwa pelatihan tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, tetapi juga mencakup manajemen usaha, pengelolaan keuangan, serta pembentukan mental wirausaha. Peserta juga diberikan perlengkapan kerja agar dapat langsung mempraktikkan keterampilan yang diperoleh.

“Program ini dirancang sebagai solusi lengkap untuk mencetak teknisi AC profesional, mulai dari pelatihan hingga perlengkapan kerja,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa hasil evaluasi menunjukkan dampak positif, di mana banyak peserta mengalami peningkatan pendapatan, bahkan rata-rata mencapai Rp2 juta hingga Rp3,5 juta per bulan atau lebih.

Selain itu, peserta juga mendapat pendampingan lanjutan melalui monitoring serta bergabung dalam komunitas teknisi AC binaan Astra.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumatera Barat, Mursalim, turut mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti nyata peran negara dalam membantu mantan napiter agar bisa kembali diterima di masyarakat.

Ia menilai bahwa pembekalan keterampilan seperti ini sangat penting agar para peserta dapat memiliki sumber penghasilan yang layak dan kehidupan yang lebih baik.

Mursalim juga menyampaikan harapan agar perangkat daerah maupun ASN di lingkungan Pemprov Sumbar dapat turut mendukung keberlanjutan program ini, termasuk dengan memanfaatkan jasa para alumni pelatihan jika membutuhkan layanan perbaikan AC.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update